Kampung KB di Sleman Ini Banyak Dicontoh

463
Rombongan PPD dalam rangkaian The 14th International Inter-Ministerial Conference on Population and Development mengunjungi Dusun Malangrejo Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak sebagai Kampung KB di Sleman, Kamis (30/11/2017) siang. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Kesuksesan Dusun Malangrejo Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak terpilih menjadi satu diantara 17 Kampung KB di Sleman menjadikannya sebagai salah satu tujuan studi banding Partners in Population and Development (PPD) pada Kamis (30/11/2017) siang.

Kegiatan ini merupakan rangkaian The 14th International Inter-Ministerial Conference on Population and Development (Konperensi Antar-Menteri untuk Kependudukan dan Pembangunan Internasional ke-14) yang diselenggarakan pada tanggal 26-30 November 2017 di Yogyakarta saat Indonesia menjadi tuan rumah PPD tahun 2017.

Ahzanul Aziz, Sekretaris Deputi Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Bangladesh, yang juga anggota partner PPD menjelaskan bahwa PPD adalah prakarsa antar pemerintah yang dibuat khusus untuk memperluas dan meningkatkan kerjasama di bidang kesehatan reproduksi, kependudukan, dan pembangunan.

Ahzanul mengungkapkan, dirinya sangat tertarik untuk hadir di Kampung KB Malangrejo karena dapat melihat langsung program-program keluarga yang ada termasuk BKB, BKR, BKL dan UPPKS.

“Tim ini sangat aware terhadap KB, ibu dan bayi, serta kesehatan reproduksi. Saya juga berharap dapat belajar banyak disini sehingga dapat saya perkenalkan di negara saya Bangladesh,” jelasnya.

Baca Juga :  Mayat Bayi Terombang-ambing Ombak Parangtritis

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSi yang menyambut langsung kedatangan tim menyampaikan bahwa salah satu kegiatan yang mengintegrasikan berbagai bidang pembangunan, untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera adalah dengan membentuk Kampung KB di Kabupaten Sleman.

Keberadaan Kampung KB diharapkan dapat menjadi sarana pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mewujudkan keluarga sejahtera. Program Kampung KB itu juga merupakan wujud dari pelaksanaan agenda pembangunan Nawacita.

Agenda pelaksanaan pembangunan Nawacita tersebut meliputi pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sesuai SK Bupati No: 52/Kep.KDII/A/2016 tentang Kampung KB, di Kabupaten Sleman telah terbentuk 17 Kampung KB yang aktif.

Pedukuhan Malangrejo menjadi wakil dari Kabupaten Sleman sebagai Kampung KB. Terpilihnya Pedukuhan Malangrejo sebagai Kampung KB di wilayah Kecamatan Ngemplak ini ditentukan dari kriteria utama dan kriteria wilayah.

Baca Juga :  Buka Rekening di Bank Ini Bonus Nonton Konser Tulus

Kriteria utama tersebut antara lain jumlah pra-Keluarga Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1 Dusun Malangrejo sebanyak 99 KK di atas rata-rata pra dan Keluarga Sejahtera 1 Desa Wedomartani sebanyak 38 KK, jumlah peserta KB aktif Dusun Malangrejo hanya 55,9 persen dibawah rata-rata pencapaian peserta KB aktif Desa Wedomartani yaitu 63,89 persen, serta jumlah Unmet Need, atau perempuan usia subur yang seharusnya KB namun tidak KB sebanyak 104 orang atau 31,4 persen.

Sedangkan berdasarkan kriteria wilayah antara lain karena Dusun Malangrejo berada di wilayah kawasan wisata dan padat penduduk serta merupakan wilayah aglomerasi atau perbatasan perkotaan yang menjadikan salah satu sebab kerawanan dalam berbagai kehidupan sosial bermasyarakat.

“Untuk mendukung program KB, Kabupaten Sleman telah memiliki Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Hingga tahun 2017, Kabupaten Sleman telah memiliki 135 unit PIK Remaja yang terdiri dari 100 PIK R jalur masyarakat dan 35 PIK R jalur sekolah,” kata Sri purnomo. (yve)