Kampus Tertua Ini Hidup Kembali Berkat Sentuhan Tiga PTM

349
Pimpinan rektorat bersama awak media berkunjung ke UMSB di Bukit Tinggi Sumatra Barat, Jumat (16/02/2018). (yvesta putu satrosoendjojo)

KORANBERNAS.ID —  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bersama dua Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menghidupkan kembali Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat (UMSB). Kampus PTM tertua di Indonesia ini sebelumnya sulit sekali berkembang meski sudah berdiri 61 tahun.

“Kami meminjamkan dana tanpa bunga kepada UMBS untuk pembangunan gedung bersama dua PTM lain. Masing-masing memberikan pinjaman Rp 7 miliar. Namun karena satu kampus lain masih kurang Rp 2 miliar, kami memberikan talangan untuk pembangunan gedung di kampus ini,” ungkap M Safar Nasir, Wakil Rektor II UAD, di sela-sela kunjungan sejumlah pimpinan rektorat bersama awak media ke UMSB di Bukit Tinggi Sumatra Barat, Jumat (16/02/2018).

Baca Juga :  Senam HUT Korpri Bertabur Doorprize

Menurut Safar, bantuan itu disalurkan sebagai bentuk keprihatinan mereka kepada UMSB yang saat ini sangat tertinggal dari PTM lain di Sumatra. Karenanya, kolaborasi antar PTM di Jawa yang maju diharapkan dapat mengembalikan kejayaan kampus tersebut.

“Ibaratnya bukit tinggi sebagai kampung Muhammadiyah, jangan sampai mati di lumbung padi,” ungkapnya.

Selain pinjaman, lanjut Safar, UAD juga membantu UMSB dalam bidang pengembangan akademik, pengelolaan keuangan, manajemen dan lainnya. Dengan demikian tata kelola UMBS semakin sehat dan memiliki citra yang bagus di masyarakat luas.

Apalagi perekonomian Bukit Tinggi sangat potensial untuk berkembang pesat sebagai kawasan transit sejumlah daerah. “Dengan perkembangan Bukit Tinggi yang pesat maka dimungkinkan Rektorat UMSB bisa pindah ke kampus sini,” paparnya.

Baca Juga :  Pengamanan Perlintasan Kereta Diperketat

Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSB, Adli Etek,  menjelaskan kebutuhan dana mereka untuk pembangunan kampus baru enam lantai tersebut mencapai Rp 21 miliar. Kampus tersebut nantinya akan melengkapi tiga kampus lain di Padang, Padang Panjang dan Paya Kumbuh.

“Kampus baru nanti akan memiliki 55 ruangan, 44 di antaranya untuk ruang kelas. Pembangunan dilakukan oleh tim dari Fakultas Teknik kami, secara swakelola,” jelasnya.

Sekretaris BPH UMSB, Bachtiar, menambahkan kampus tersebut saat ini baru memiliki 2.500 mahasiswa. Diharapkan melalui kolaborasi dengan PTM lain, jumlah mahasiswa mereka bisa meningkat hingga 10.000 orang. “Apalagi sekarang ini akreditasi institusi kami sudah B,” tambahnya. (sol)