Kangen Pak Tino Sidin ? Datang Saja ke Museumnya

341
Mendikbud Prof Muhajir Effendi meresmikan patung Tino Sidin bersamaan dengan peresmian museum yang berlokasi di Jalan Tino Sidin, Ngestiharjo, Kasihan, Kamis (14/12/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Lagu keroncong “Dinda Bestari” terdengar mengalun dari lokasi tetenger Tino Sidin di Jalan Tino Sidin, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kamis (14/12/2017). Ternyata yang menyanyi bukan orang sembarangan, tetapi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof Muhajir Effendi.

Lagu yang dibawakan dengan sangat menjiwai itu menjadi pengantar sebelum Mendikbud meresmikan patung legenda dan maestro lukis Tino Sidin serta museum tersebut. Peresmian ditandai dengan pembukaan selubung yang menutupi patung warna kehitaman karya pematung handal Yusman.

“Dari Pak Tino Sidin ini kita belajar banyak hal. Termasuk bagaimana menanamkan karakter kepada anak melalui dunia lukis,” kata Mendikbud.

Diharapkan dari dunia lukis, seorang anak bisa diajari tentang nilai-nilai kehidupan yang akan bermanfaat bagi mereka di kelak kemudian hari.

Sementara perwakilan keluarga Tino Sidin, Irjen (Purn) Haka Astana mengatakan museum tersebut merupakan hasil revitalisasi yang dilakukan pihak keluarga bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Sebelum menjadi museum, tempat tersebut merupakan tetengger Tino Sidin.

“Diharapkan nantinya tempat ini menjadi galeri , ruang seni dan ruang publik bagi masyarakat dan juga generasi penerus,” katanya.

Adanya museum itu maka orang akan mengenal lebih dekat sosok Tino Sidin dan bisa mengambil nilai pembelajaran dari sosoknya.

Demikian pula dikatakan salah satu putri Tino Sidin yakni Titik Sidin jika dibukanya museum tersebut bagi masyarakat umum adalah untuk menjadi media pembelajaran. Sehingga orang bisa belajar melukis dan mengenal lebih dekat sosok bapaknya yang di masa lalu terkenal dengan kalimatnya “Gemar Mengambar” dan disiarkan di TVRI.

“Ini adalah murid bapak saya, dan mereka nanti masih bisa datang untuk belajar dan mengenang sosok bapak disini,” kata Titik sambil menunjuk tamu yang datang.

Sementara itu di dalam museum tersebut terlihat berbagai koleksi lukisan milik Tino Sidin. Juga barang-barang pribadi dari pelukis yang selalu mengenakan topi sebagai ciri khasnya (yve)