Kapolda DIY Keluarkan Maklumat

188
Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dhofiri memberikan arahan kepada panitia daerah seleksi penerimaan calon anggota Polri yang baru, Senin (09/04) siang di Mapolda DIY. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Saat memberikan arahan kepada Panitia Daerah Penerimaan Anggota Polri tingkat DIY, Kapolda Brigjen Polisi Ahmad Dhofiri mengeluarkan maklumat khusus dalam rangka penerimaan anggota Polri terpadu tahun 2018.

Ada enam poin isi maklumat tersebut, di antaranya panitia daerah diharuskan menyelenggarakan rekrutmen calon anggota Polri dengan mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (Betah).

Ahmad Dhofiri menjamin proses penerimaan terbebas dari praktik percaloan, suap dan kolusi ataupun bentuk kecurangan lainnya.

Masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putri mereka sebagai calon anggota Polri juga diimbau tidak termakan isu negatif yang mengabarkan seleksi penerimaan anggota Polri memakan biaya besar.

“Ketika nanti orangtua dikumpulkan, saya akan yakinkan kepada mereka, masuk polisi itu jangan termakan isu negatif harus bayar segini-segitu, atau sampai ratusan juta,” ujar Kapolda, Senin  (09/04/2018).

Baca Juga :  Tiga Mahasiswa UP 45 Selesaikan Program Magang di AAU

Orang tua pun jangan mempercayai praktik percaloan yang menjanjikan dapat meloloskan seseorang sebagai calon anggota Polri. Kapolda berjanji akan mengumpulkan para taruna Akpol atau bintara yang lolos untuk memberi testimoni.

“Nanti saya kemukakan, anaknya orang miskin, anaknya orang tidak punya banyak yang diterima kemarin (tahun lalu). Ada juga anaknya petani,” kata dia.

Pihaknya ingin menghilangkan stigma di masyarakat tentang penerimaan Polri yang dianggap penuh praktik kolusi dan percaloan.

Padahal, selama beberapa tahun belakangan, Polri selalu mengedepankan penerimaan calon anggota yang berprinsip Betah.

“Jangan sampai ada yang bilang, Pak saya sudah tiga kali nggak masuk karena nggak punya uang. Padahal, memang karena dia tidak lulus, apalagi kuotanya hanya 200, sementara yang daftar ribuan orang,” paparnya.

Baca Juga :  Asap Rokok Picu Penyakit Mata Katarak

Dalam arahannya kepada 244 orang panitia daerah dan pengawas eksternal, Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dhofiri menyatakan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang melanggar isi maklumat yang telah dikeluarkan.

Seleksi tahun ini dibuka 26 Maret hingga 11 April 2018, dengan kategori seleksi taruna Akpol, Bintara Polri, Tamtama dan bintara khusus yang di antaranya terdiri bintara musik, bintara Teknologi Informasi, Bintara Kimia, Bintara Pelayaran dan Bintara Penerbangan.

Seleksi dimulai dari pemeriksaan administrasi awal, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan psikologi, ujian kesamaptaan, ujian renang, ujian akademik, pemeriksaan kesehatan jiwa dan pemeriksaan administrasi tahap akhir serta ditutup dengan sidang terbuka kelulusan tingkat daerah. (sol)