Karena Tunjangan Sertifikasi, Banyak Guru Bermasalah dengan Keluarga

391
ilustrasi

KORAN BERNAS–Kasus perceraian  di Kabupaten Kebumen masih tinggi. Selama dua tahun terakhir ini, kasus  perceraian mencapai 22 persen dibandingkan dengan angka pernikahan di tahun yang sama.

Berdasarkan  data dan putusan Pengadilan Agama Kebumen, permohonan perceraian terbanyak diajukan pihak istri atau cerai gugat.

Data yang diperoleh koranbernas, Rabu (22/11/2017) dari Pengadilan Agama (PA) Kebumen dan Seksi Bimas Islam, Kementerian Agama Kebumen menunjukan, pada tahun 2016 ada 12.007 pernikahan. Pada tahun sama perkara perceraian  berdasarkan putusan  PA Kebumen ada 2.628  perkara.

Tahun 2017, hingga Oktober jumlah pernikahan mencapai 10.139 pernikahan, dengan  perkara perceraian berdasarkan  putusan PA  Kebumen ada 2.422 perkara.

Dari jumlah tersebut, kasus perceraian yang melibatkan  kalangan  Pegawai  Negeri Sipil (PNS) tidak banyak. Rata-rata 50-an kasus permohonan  perceraian PNS  yang ditangani Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Pernikahan (BP 4) Kebumen. Sebagian besar pemohon perceraian kalangan  guru perempuan.

Baca Juga :  Densus 88 Tangkap Pemuda di Terminal Bus

Humas PA Kebumen Drs Supangat MH,  menjelaskan, perkara  perceraian yang diterima dan diputus  di  Kabupaten Kebumen masih tinggi. Penyebab  tertinggi perceraian,  karena pihak  suami tidak  bertanggung jawab, sehingga  terjadi penelantaran  terhadap istri.  Karena itu  perkara gugat cerai yang  diterima PA  Kebumen lebih banyak  dibanding  cerai talak. Penyebab lain pertengkaran terus menerus, dan  adanya pihak  ketiga.

Masalah perceraian  di kalangan PNS, menurut Sekretaris BP 4 Kebumen Martono, sebagian besar atas alasan ekonomi. Ini terlihat dari alasan yang diungkapkan oleh  pemohon  cerai yang ditangani BP 4 Kebumen. Namun ditegaskan, alasan ekonomi tidak berarti mereka miskin.  Lebih banyak alasan ekonomi, karena  perubahan gaya hidup.

Adanya tunjangan sertifikasi guru, menyebabkan mereka berubah gaya hidupnya. Perubahan  gaya hidup ini, tidak bisa diikuti pasangannya.

Baca Juga :  18 Tim Ikut Turnamen Terbuka Goalball

“Dua pertiga yang mengajukan cerai pihak  istri,  terbanyak dari  kalangan guru disusul tenaga kesehatan,” kata Martono.

Sebelum ke PA, pihak yang terlibat dalam perkara perceraian, ditangani BP 4 Kebumen. PNS yang mengajukan permohonan  cerai gugat atau cerai  talak, di mediasi  di BP 4 Kebumen.

“Tapi, umumnya pemohon  bersikukuh bercerai, kadang dengan  alasan yang mengada-ada,” katanya. (SM)