Karyawan Harian Bernas Belum Terima Pesangon

709

KORANBERNAS.ID — Sampai dengan Rabu (28/02/2018) petang, pengusaha Putu Putrayasa belum memenuhi kewajibannya memberikan pesangon bagi karyawan Harian Bernas pasca ditutupnya media cetak tersebut. Padahal pada pertemuan dengan karyawan dua hari sebelumnya, Senin (26/02/2018), Putu berjanji akan memberikan uang pesangon sebesar 50 persen dari kewajibannya.

Sebagian uang pesangon tersebut dijanjikan diberikan pada Rabu (28/02/2018). Sedangkan sisanya akan dicicil hingga bulan Juni 2018. Namun dalam pertemuan berikutnya, sisa pesangon akan diberikan paling lambat Desember 2018.

“Belum ada, ngambang je malah rencana dua tahap. Tahap pertama katanya sekarang ini dan tahap dua bulan Desember. Tidak ada informasi apapun dari kantor tentang pesangon kami,” ujar salah seorang karyawan Harian Bernas yang enggan disebutkan namanya kepada koranbernas.id, Rabu (28/02/2018).

Dia pesimis janji uang pesangon tersebut bisa terwujud. Mendapatkan pesangon sebesar 14 kali gaji setelah lebih dari delapan tahun bekerja juga jauh dari harapan. Informasi terakhir, pimpinan berjanji akan mencairkan pesangon sebelum 5 Maret 2018.

Pimpinan Harian Bernas melalui Manajer Sirkulasi, Tedy Kartyadi dalam surat pemberitahuan berhenti cetak pada pimpinan Agen Harian Bernas yang beredar secara viral menyampaikan sehubungan dengan keputusan Direksi dan para pemegang saham PT Media Bernas Jogja sebagai penerbit Surat Kabar Harian (SKH) Harian Bernas memutuskan mulai 1 Maret 2018, Harian Bernas berhenti cetak.

“Hal yang cukup berat ini dilakukan karena pertimbangan bisnis semata,” ujarnya.

Sebagai informasi, Harian Bernas dibawah PT Media Bernas Jogja diakuisisi secara resmi oleh Hebat Group yang dikomandoi Putu Putrayasa pada 20 Mei 2015. Nama Bernas Jogja pun berubah menjadi Harian Bernas.

Polemik muncul saat Harian Bernas memiliki kebijakan baru. Pimpinan Harian Bernas tidak lagi mengakomodir konten dan berita lokal yang berdampak pada pemberhentian kerja secara sepihak sejumlah karyawan dan kontributor pada 2017 di daerah seperti Gunungkidul, Kulonprogo, Temanggung, Kebumen, Semarang dan lainnya.

Beban penulisan berita untuk memenuhi 16 halaman Harian Bernas pun diberikan pada karyawan yang tersisa. Sesuai kebijakan Pemimpin Redaksi, wartawan diharuskan menulis delapan berita per hari dengan format dua straight news, tiga soft news dan tiga ficer tanpa diimbangi gaji yang layak sesuai Upah Minimum Regional (UMR) DIY.

Penolakan dari kontributor dan wartawan serta karyawan tidak digubris. Pimpinan justru mengultimatum bagi karyawan yang menolak kebijakan tersebut untuk mengundurkan diri.

Sejumlah karyawan, kontributor dan wartawan yang diputus kerja secara sepihak akhirnya membuat media online baru dengan nama koranbernas.id dan media cetak berkala dengan nama Koran Bernas untuk meneruskan semangat Bernas yang sempat ditinggalkan.

Penerbitan pertama dimulai pada 17 Juli 2017 dibawah PT Rajawali Siaga. Hingga saat ini Koran Bernas dan koranbernas.id terbit dengan mengakomodasi berita-berita lokal dan komunitas.(yve)