Kasus Pasar Gabus Jatinom Dilaporkan Bupati

664

KORAN BERNAS.ID–Pasar Gabus Jatinom yang dibangun tahun 2008 ternyata menyisakan masalah yang sangat kompleks. Tidak hanya proses pembangunannya, tetapi juga penataan pedagang, kualitas bangunan hingga pendapatan retribusi.

Kompleksnya permasalahan itu akhirnya dilaporkan warga ke Bupati Klaten.

Agus Sutanto, warga yang tinggal di sekitar Pasar Gabus adalah yang melaporkan permasalahan itu ke bupati. Laporan serupa juga ditujukan kepada Komisi II DPRD Klaten yang membidangi Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM.

“Saya melaporkan ini karena prihatin dan peduli terhadap kondisi pasar. Pasar yang seharusnya dibangun dengan tujuan agar lebih baik dan tertata justru sebalikya,”katanya, Kamis (03/05/2018).

Agus menambahkan, pasar yang sedianya memiliki fasilitas bongkar muat, ternyata di lokasi itu disalahgunakan oleh oknum dan dibangun beberapa lapak.

Baca Juga :  Satpol PP Segel Tower Seluler Tak Berizin

Menariknya, pedagang yang menempati lapak itu dipungut biaya antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per unit.

Di Pasar Gabus ujarnya,  ada 1 kios tak bertuan karena tidak terdaftar dalam register penyewa kios. Kios itu diklaim untuk kantor paguyuban pedagang namun disewakan kepada orang lain untuk berjualan selama 10 tahun.

“Jika terjadi transaksi jual beli sudah berapa nilainya,” tanya dia.

Kepala UPTD Pasar Jatinom Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Triyanto saat dikonfirmasi mengatakan permasalahan yang dilaporkan itu telah ditindaklanjuti oleh Plt Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Abdul Mursyid.

“Laporan sudah ditindaklanjuti dan sudah diklarifikasi pak kepala dinas,”jelas Triyanto kepada koran bernas.id. (SM)

Baca Juga :  Bupati Klaten Sentil Media