Kasus Raskin Kuden Agar Dibuka Lagi. Kenapa?

507
Kuasa hukum warga Kuden, Suraji Noto Suwarno SH menunjukkan berkas gugatan pra peradilan di PN Bantul, Senin (25/9/2017). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Munculnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Polres Bantul untuk kasus dugaan korupsi beras miskin (raskin) Dusun Kuden, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan berbuntut panjang.

Warga pelapor, Mukidi berharap agar kasus bisa diteruskan dan telah menunjuk Penasehat Hukum (PH) Suraji Noto Suwarno SH untuk mendaftarkan gugatan pra peradilan ke PN Bantul. Sidang perdana digelar, Senin (25/9/2017) dengan hakim tunggal Rajendra SH.

“Kita mengajukan gugatan pra peradilan dengan termohon Kapolres Bantul dalam kasus raskin Kuden,”kata Suraji kepada koranbernas.id

Alasan pengajuan pra peradilan karena sebelum muncul SP3 pihak kepolisian telah menetapkan dukuh Kuden, Iswahyudi sebagai tersangka kasus tersebut. Tentunya ketika sudah ditetapkan sebagai tersangka, telah melalui proses yang panjang termasuk adanya dua alat bukti yang menguatkan.

“Kenapa tiba-tiba ini di SP3? dengan alasan tidak cukup bukti. Untuk itulah kita gugat dan kami ingin kasus ini bisa dilanjutkan,”katanya.

Kasus ini sendiri terjadi tahun 2012 silam. Kala itu di Dusun Kuden ada kenaikan bantuan beras miskin (raskin) dari biasanya 40 karung masing-masing berisi 50 kilogram, menjadi 85 karung. Tapi ternyata menurut laporan warga yang dibagikan tetap 40 karung dan 45 karung justru diduga kuat diperjual belikan.

Sementara itu Kuasa Hukum Polres Bantul Heru Nurcahya SH mengatakan jika munculnya SP3 dalam kasus tersebut karena pihak penyidik tidak bisa memenuhi petunjuk dari jaksa. Mengingat yang membawa berkas ke persidangan adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) bukan penyidik.

“Nah, saat mengirim berkas ke kejaksaan, ada petunjuk jaksa yang ternyata tidak mampu dipenuhi oleh penyidik. Sehingga diputuskan untuk SP3,” katanya.

Namun demikian Polres Bantul akan mengikuti semua proses persidangan yang berjalan. Untuk Selasa (26/9/2017) besok agendanya adalah pembacaan pledoi (pembelaan,red) dari Polres Bantul . (yve)