Kata Petani, Sumur Pantek Lebih Irit

1234
Petani di Desa Pundungan Kecamatan Juwiring Klaten memanfaatkan sumur pantek untuk mengaliri sawahnya. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Juwiring Klaten mulai merasakan dampak kekurangan air. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi permasalahan itu yakni memanfatkan sumur pantek untuk mengaliri sawahnya.

Sri Hartoyo, warga Desa Juwiring Kecamatan Juwiring kepada koranbernas.id mengatakan, selama ini air yang digunakan untuk mengaliri sawah yang digarap dari sungai.

Setelah diperhitungkan secara matang ternyata lebih irit menggunakan sumur pantek. “Saya menyewa sawah ini Rp 20 juta per tahun dengan luas 2 hektar. Sawah ini milik kas Desa Pundungan,” kata Sri Hartoyo.

Sawah seluas 2 hektar itu dia tanami padi yang sudah berumur 2 bulan. Karena kekurangan air, dirinya harus mengalirkan air dari sumur pantek yang ada dipinggir jalan menggunakan mesin pompa air.

“Untuk mengaliri sawah seluas 2 hekter, butuh 10 liter solar selama 24 jam. Padahal itu rutin dua kali seminggu,” jelasnya.

Sumur pantek itu, kata dia, dibangun sendiri dengan biaya Rp 750 ribu kedalaman 20 meter. Jika sewaktu-waktu butuh air bisa dialirkan sumur tersebut.

Selama ini dirinya dan petani lain mengandalkan aliran air dari Umbul Cokro dan Kali Pusur. Namun akhir-akhir ini sering dimarahi petani yang ada di bagian hulu sungai.

“Daripada tidak enak dengan teman sendiri lebih baik buat sumur pantek,” terangnya.

Nugi, petani di Desa Pundungan Juwiring mengatakan sumur pantek harus dimiliki petani untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan air seperti sekarang.

“Saat ini air butuh sekali. Kalau sampai kekurangan air bisa-bisa padi mati kekeringan. Itulah mengapa petani harus buat sumur pantek,” ujar Nugi.

Terpisah, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Klaten, Joko Siswanto, mengakui sudah ada beberapa petani yang menggunakan sumur pantek untuk mengaliri sawahnya.

“Kemarin memang sudah ada yang pakai sumur pantek tapi sekarang sudah dicabut lagi. Jadi untuk sementara saja dan tidak ada laporan kekeringan. Apalagi kemarin masih turun hujan,” kata Joko. (sol)