Kata Wawali, Festival Kopi Itu Unik

240

KORANBERNAS.ID – Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, festival kopi itu sesuatu yang unik. “Kebersamaan warga menikmati kopi bareng ini sangat unik, pemandangan baru bagi warga Jogja,” ujarnya.

Senin (02/10/2017) malam itu, dia secara khusus datang di Malioboro guna menyaksikan langsung festival kopi bertitel Malioboro Coffee Night.

Meski Kota Yogyakarta tidak memiliki kebun kopi namun ada ribuan kedai kopi mudah dijumpai. Dia pun berani menyatakan Yogyakarta merupakan salah satu kota kopi Nusantara.

Apalagi, jumlah toko kopi maupun penikmat kopi terus bertambah. “Ini bukti kopi mulai diterima dan menjadi budaya warga di Yogyakarta,” ungkapnya.

Mengingat potensi ekonomi kopi sangat luar biasa, peluang tersebut harus bisa ditangkap supaya mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Tak ingin melewatkan kesempatan, Wawali mencoba meracik kopi ala barista profesional. Hasil racikannya memperoleh pujian dari pengunjung yang mencicipi.

Malioboro Coffee Night kali ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-261 Kota Yogyakarta yang jatuh pada 7 Oktober.

Kopi sejumlah 10.000 cangkir (cup) yang dibagikan gratis malam itu sepertinya kurang, mengingat jumlah pengunjung yang datang lebih dari perkiraan. Menjelang tengah malam, sepanjang Malioboro macet total. Kawasan pedestrian itu seperti jadi lautan manusia.

Panitia festival kopi, Anggidita, mengatakan acara ini selain untuk memperkenalkan kopi Nusantara, juga bermanfaat menyatukan warga. “Kopi menjadi sarana yang pas untuk menyatukan semua orang,” ungkapnya.

Ragam jenis kopi yang dibagikan gratis di antaranya kopi Papua, Flores, Toraja, Gayo Aceh, Wonosobo, serta kopi Merapi dan Menoreh. (sol)