Konser Kebangsaan di GSP UGM, Sabtu (23/09/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kebhinnekaan atau keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan terbesar bangsa ini. Bukan kekuatan mayoritas ataupun lainnya.

“Karenanya seluruh elemen bangsa perlu menjaga dan merawat kebhinekaan bangsa,” ujar Rektor UGM, Prof Dr Panut Mulyono MEng dalam Konser Kebangsaan di Grha Saba Pramana (GSP) UGM, Sabtu (23/09/2017) malam.

Panut mengungkapkan, Indonesai didirikan di atas kemajemukan suku bangsa, ras dan budaya. Karenanya kerjasama semua pihak perlu dilakukan dalam beragam cara. Salah satunya UGM sebagai institusi pendidikan dan RRI dalam rangka membangun kebersamaan di tengah keberagaman di Indonesia.

“Implementasi kedua institusi yang berbeda ini terimplementasi dalam konser kebangsaan kali ini,” ungkapnya.

Dalam konser tersebut, Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UGM bersama UGM Chamber Orchestra serta RRI dan sejumlah artis seperti Bams eks Samsons dan Jikustik menampilkan berbagai lagu nasional yang menggugah semangat nasionalisme dan kebhinekaan.

Baca Juga :  Inilah Empat Target Operasi Keselamatan Progo 2018

Hadir pula juara Bintang Radio Indonesia dan Bintang Radio ASEAN yang menyajikan lagu-lagu nasional untuk menumbuhkan kembali rasa cinta negeri atau tanah air.

Konser yang dipadati ribuan penonton itu dihadiri perwakilan elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Sebut saja UGM, UII, UNU, MMTC, UAD, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY, Universitas Sanata Dharma (USD) dan lainnya.

Sementara Direktur LPP RRI, Rohanuddin dalam orasinya mengungkapkan, LPP RRI berkomitmen merajut kebersamaan dalam keberagaman. Salah satunya diwujudkan dalam siarannya yang mengawal sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia.

“RRI berkomitmen merawat kebhinekaan demi persatuan dan kesatuan NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Keberagaman adalah ciri khas siaran-siaran RRI yang selalu menampilkan khasanah kemajemukan seni dan budaya bangsa,” imbuhnya.(yve)

Baca Juga :  Ternyata, RSUD Sleman Dulunya Klinik Pabrik Gula