Kebumen Bakal Punya Puskesmas IPWL Napza

568
Puskesmas Pejagoan Kebumen disiapkan untuk perawatan ketergantungan miras dan obat terlarang. (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Puskesmas Pejagoan di Kabupaten Kebumen dipersiapkan menjadi sarana Layanan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) pengguna napza. Sebagai layanan rintisan, puskesmas yang sukses membuka poli jiwa itu akan melayani anak anak, remaja dan pemuda yang kecanduan minuman keras dan obat-obatan yang bisa menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya.

“Pelayanan ini mungkin sama dengan awal adanya poli jiwa. Awalnya masyarakat malu membawa anggota keluarganya berobat di sini, sekarang jumlah pasien poli jiwa mencapai empat ribu orang,“ kata Kepala Puskesmas Pejagoan, dr H Agus Sapariyanto kepada wartawan, Rabu (27/09/2017).

Puskesmas Pejagoan sudah menyiapkan dua ruang untuk perawatan atau terapi bagi mereka yang mengalami ketergantungan miras atau obat tertentu yang bisa menimbulkan ketergantungan pemakainya jika dikonsumsi melampaui dosis yang dibolehkan.

Baca Juga :   Konsumsi Ikan Bisa dengan Banyak Cara

Layanan yang dipilih Puskesmas Pejagoan bukan IPWL yang ditangani Badan Narkotika Nasional (BNN). IPWL yang dibiayai Kementerian Kesehatan lebih spesifik penyalahgunaan miras dan obat tertentu yang menjadi masalah di Kebumen.

“Setelah memperoleh terapi di layanan PWL, mereka tidak lagi mengalami ketergantungan,“ kata Agus Sapariyanto.

Agus menambahkan, Kebumen membutuhkan panti-panti untuk pembinaan pasien jiwa. Puskesmas Pejagoan telah menjalin kerjasama dengan nota kesepahaman dengan 3 panti.

Namun seringkali ketika Puskesmas Pejagoan mengirim pasien untuk dibina agar menjadi manusia produktif, puskesmas kesulitan karena panti sering penuh. Karenanya di Kebumen diperlukan panti tersendiri.

Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Perlindungan Ibu Anak dan Keluarga Berencana Kebumen, dr HA Dwi Budi Satrio MKes mengatakan, Bupati Kebumen telah memberi informasi, pendirian panti untuk memanfaatkan gedung bekas Rumah Sakit dr Soedirman di Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen.

Baca Juga :  Warga Pringgolayan Mendadak Punya Mercedez Benz

Hal itu disampaikan lagi HM Yahya Fuad ketika menerima aspirasi pengelola poli jiwa Puskesmas Pejagoan Rabu (27/09/2017). Fuad juga menjanjikan panti yang diperlukan bisa merawat pengidap gangguan jiwa, tanpa keluarga atau hidup menggelandang bisa berdiri tahun 2018. (yve)