Kebumen Bersiap Raih Adipura

300
Sebagian peserta kerja bakti masal di Pasar Tumenggungan, Kebumen, Jumat (3/11) (nanang wh/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Bupati Kebumen HM Yahya Fuad merasa optimis tahun 2018, Kota Kebumen meraih tropi / penghargaan Adipura untuk kategori Kota Kecil. Rasa optimis itu, disertai dengan berbagai upaya. Diantaranya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir yang lebih baik, serta mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah dan lingkungan.

Rasa optimis itu dikatakan Yahya Fuad disampaikan kepada wartawan, disela kerja bakti masal Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI dan Polri, petugas kebersihan , serta warga di sekitar Pasar Tumenggungan, Kebumen, Jumat ( 3/11) pagi. Kerja bakti masal yang diikuti tokoh masyarakat salah satu bagian penilaian Adipura. Pasar Tumenggungan, salah satu lokasi yang menjadi penilaian Adipura.

Yahya Fuad yang didampingi Kepala Dinas Permukiman Perumahan Kawasan Lingkungan Hidup Kebumen Edi Rianto, meminta kepada warga, agar menjaga kebersihan lingkungan. Kerja bakti tiap hari Jumat diharapkan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan. Apa yang dilakukan TNI AD, di Koramil Koramil dan Kodim 0709 Kebumen ada kegiatan Jumat bersi bisa dicontoh.

Baca Juga :  Ratusan Tukik Merangkak Tinggalkan Trisik

Di pasar Tumenggungan pedagang agar tidak menggantungkan kebersihan kepada petugas kebersihan. Pedagang ikut menjaga kebersihan tempat usaha. Hal ini diperlukan, karena jumlah tenaga kebersihan di pasar itu, tidak sebanding dengan luas pasar yang menjadi tanggung jawab petugas kebersihan. Sumbangsih pedagang, setidaknya membuang sampah dari tempat usahanya ke tempat sampah.

Edi Rianto mengatakan, salah satu penilaian yang menjadikan Kota Kebumen belum meraih Adipura, pengelolaan sampah di hilirnya. Kota Kebumen belum mendapat nilai diatas atau sama dengan ambngg batas meraih Adipura, karena Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) sampah. Dengan pengembangan TPA di Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung, diharapkan ada nilai lebih. Sehingga tahun depan Kota Kebumen diharapkan meraih nilai diatas ambang batas meraih Adipura.

Baca Juga :  Ini Cara KPU Purbalingga Sukseskan Pemilu 2019

Permasalahan sampah di hulu yang masih ada, yakni masih ada warga yang menggunakan tebing Sungai Luk Ulo untuk tempat membuang sampah. Pihaknya akan menutup tempat pembuangan sampah illegal di Kelurahan Kebumen. Tempat itu tidak lagi digunakan sebagai tempat pembuangan sampah oleh warga setempat.

Kota Kebumen baru sekali meraih tropi atau penghargaan Adipura di era Bupati Kebumen Amin Soedibjo pada akhir dasa warsa 1990 . Salah satu penghambat untuk meraih Adipura, adanya tempat pembuangan akhir sampah ilegal di tepi sungai Luk Ulo, di Kelurahan Kebumen. (yve)