Kebut Pembangunan NYIA, Jalan Daendels Ditutup

462
Dinas Perhubungan Kulonprogo bersama dengan Satlantas Polres Kulonprogo menutup Jalan Daendels untuk mengebut pengerjaan NYIA, Senin (26/03/2018). (sri widodo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID –– Proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) dikebut Senin (26/03/2018). Karenanya dilakukan penutupan dan pengalihan arus lalulintas di Jalan Daendels. Pemasangan rambu portal dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kulonprogo bersama dengan Satlantas Polres Kulonprogo.

Hera Suwanto, Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Konprogo menjelaskan, sebelum pemasangan portal tersebut telah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan memasang banner pengumuman di 20 titik sejak dari Brosot ditimur dan di Glaheng Jangkaran Temon serta beberapa jalan masuk di jalan nasional

“Untuk hari ini kita pasang portal permanen didua lokasi yaitu di lanpu merah simpang empat Glagah serta di simpang tiga Glaheng Congot Jangkaran Temon,” ujar Hera.

Dijelaskan, di bagian paling timur dilanpu merah Brosot Galur dipasang pengumuman banner besar agar arus lalu lintas pindah jalur tidak lewat Jalan Daendels.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UGM Latih Penanganan Kecelakaan Air

“Pengalihan arus ini untuk kendaraan mobil truk dan bus. Untuk motor masih bisa lewat. Sedangkan kendaraan milik penduduk sekitar masih bisa masuk melalui beberapa jalur yang berhubungan dengan jalan nasional disebelah utara” terang Hera.

Portal permanen ini akan dijaga 24 jam. Siang hari oleh anggota Polres dan Dishub sedang malam hari oleh tenaga PT.PP.

Kabag Op Polres Kulonprogo Kompol Darmawan kepada anggotanya memerintahkan untuk bersikap tegas. Bila ada yang merusak peralatan atau memindahkannya agar ditangkap namun dengan cara yang baik. Dalam pertemuan awal pemasangab portal disepakati akan dilakukan evaluasi setiap sepekan sekali.

Pedagang warung makan yang belakangan ini menjamur disepanjang Jalan Daendels ini mengaku sedih juga karena mereka bakal kehilangan pelanggannya. Seperti diungkapkab Suratijem warga Sindutan Temon. Dia mengaku sudag empat tahun jual makanan mulai soto hingga sate.

Baca Juga :  Berkat Kurma, Tiga Beauty Influencer Ini Umroh

“Saya sudah banyak pelanggan baik berupa sopir truk, sopir mobil box dan lainnya. Kalau ditutup saya bisa kehilangan pelanggan separuhnya,” keluhnya.

Namun Suratijem mengaku pasrah saja. Dia mengaku belum ada pelanggan dari orang orang proyek

“Rejeki kan sudah ada yang mengatur yang penting saya berusaha sebaik baiknya. Mereka katanya dilayani katering. Saya tidak ada kenalan untuk ikut menjual makanan kesana,” imbuhnya.

Sebelumnya juru bicara proyek pembangunan NYIA Agus Pandu Purnama menyatakan, penutupan jalan untuk menperlancar pekerjaan proyek. Akan semakin banyak alat berat bekerja dilapangan sehingga keselamatan kerja harus dijaga benar.(yve)