Kecewa, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan

160
Pohon pisang ditanam warga Dukuh Gumul Desa Sembung Wedi di pertigaan jalan yang berlubang. (masal gurusinga/koranbernas.id)

KORAN BERNAS.ID — Warga yang tinggal di sekitar pertigaan Dukuh Gumul Desa Sembung Kecamatan Wedi Klaten atau tepatnya di Jalan Wedi-Bayat menanam pohon pisang di tengah jalan.

Itu warga lakukan sebagai rasa kecewa atas kerusakan jalan yang baru tiga bulan selesai dibangun namun sudah rusak lagi.

Kerusakan itu sudah mereka laporkan ke dinas terkait melalui perangkat desa namun belum juga ada upaya perbaikan. Bahkan di tengah dipertigaan Dukuh Gumul terdapat lubang sedalam satu meter tempat ditanaminya pohon pisang.

Menurut penuturan warga sekitar, pohon pisang ditanam sekitar setengah bulan lalu karena di lokasi ini sering terjadi kecelakaan.

“Terakhir kemarin siang. Ada seorang pengendara motor masuk lubang itu. Korban masih remaja dan lukanya cukup parah,” kata Yanti, seorang warga yang ditemui di warung pojok dekat lokasi kejadian, Kamis (01/02/2018).

Baca Juga :  Belasan Pebalap Wanita Bertarung di Kejurnas Slalom III
Warga Desa Melikan Wedi bergotong royong memperbaiki jalan yang rusak di sekitar kantor Kepala Desa Melikan dengan urugan bangunan. (masal gurusinga/koranbernas.id)

Kecelakaan serupa, kata ibu dua anak itu, sering terjadi karena ruas Jalan Wedi-Bayat merupakan jalur wisata yang cukup ramai arus lalu lintasnya.

Hanya saja yang warga sesalkan mengapa kerusakan jalan sudah dilaporkan dan sudah dimuat di media social namun tetap saja tidak diperbaiki.

Kekecewaan senada diungkapkan Sukanta, Sekretaris Desa Melikan Wedi. Ditemui di kantornya, dia mengaku prihatin dengan kerusakan jalan di depan kantornya yang tidak kunjung diperbaiki.

“Parah sekali kerusakannya. Kami dan warga hanya bisa menangani kedaruratan dengan menutupi lubang jalan yang rusak dengan urugan. Harusnya Bina Marga yang cepat tanggap dan paling tidak mendatangkan tiga truk sirtu untuk menutupi jalan yang rusak,” kata dia.

Baca Juga :  Harga Daging Merangkak Naik

Setelah itu sirtu tersebut dipadatkan dengan alat berat. “Lha, ini upaya untuk itu saja belum ada,” ujarnya.

Ruas Jalan Wedi-Bayat dikenal sebagai jalur wisata karena banyak warga yang berziarah ke makam Sunan Pandanarang di Desa Paseban Bayat. Selain itu di Desa Melikan Wedi dan Desa Paseban Bayat juga terkenal sebagai sentra perajin gerabah.

Pada akhir 2017 ruas jalan di Desa Melikan dan Desa Paseban telah diperbaiki namun sudah rusak lagi. (sol)