Kedua Matanya Tidak Bisa Melihat

175
Anggota Paguyuban Sastra menyerahkan bantuan untuk Marwoto, warga RW 07 Sabrang Girimulyo Kulonprogo. (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dunia yang indah tidak lagi bisa disaksikan oleh Marwoto. Warga Sabrang Giripurwo Girimulyo Kulonprogo ini, pasca-operasi kedua matanya tidak bisa melihat. Prihatin dengan kondisinya, Paguyuban Warga Sabrang Sehat Sejahtera (Sastra) mengulurkan bantuan.

Karna selaku Humas Paguyuban Sastra menyampaikan,  bantuan serupa diberikan untuk Ny Sarjilah yang menderita stroke, Ny Trubus penderita  anemia dan sebulan sekali cuci darah serta Sri Murniati penderita kelainan fisik dan  mental. “Bantuan ini berasal dari dana sosial yang dihimpun oleh paguyuban,” ungkapnya, Selasa (15/08/2017).

Paguyuban Sastra terbentuk 1 Juli 2017 dalam rangka mempererat silaturahim dan  persaudaraan di antara warga yang tinggal di dusun dengan warga perantauan di seluruh Indonesia. Melalui komunikasi WA (WhatsApp) yang dipelopori oleh anak-anak muda, berhasil  dihimpun  dana  sosial sebesar  Rp 5.080.000.

Pembentukan Paguyuban Sastra berawal dari kondisi masyarakat Sabrang yang masih menghadapi beberapa permasalahan kehidupan seperti menderita sakit, yatim, piatu, lansia, lansia telantar  dan lain-lain. Meski pemerintah sudah membantu mereka, tetapi  anggaran pemerintah tetap  terbatas  sehingga Paguyuban Sastra  berinisiatif  membantu warga  yang kurang beruntung itu.

Paguyuban yang kini diketuai Amin didampingi  Sekretaris Candra Dewantara dan Bendahara Dwi Suprihati R, juga akan memberikan bantuan berupa dua calon indukan ayam kepada lansia produktif  dan anak yatim/piatu usia SD. Harapannya ayam itu berkembang sehingga menambah penghasilan, sekaligus untuk perbaikan gizi. Rencananya bantuan diserahkan pada malam tirakatan  17 Agustus.

Amin menambahkan, paguyuban yang bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan ini akan  terus berkomitmen memberikan bantuan sosial, sesuai dengan kemampuan dana yang masuk. Nantinya, bantuan untuk warga kurang mampu itu bisa berupa sarana sanitasi atau kesehatan lingkungan seperti  bantuan kloset, pembuatan jamban  dan lain-lain.

Painem, ibu dari Sri Murniati menyampaikan terima kasih kepada Paguyuban Sastra. Bagi keluarganya, bantuan ini sangat berguna dan bermanfaat sekali.

Sedangkan Surono dan Mukinem selaku perwakilan warga Sabrang yang tinggal di Jakarta maupun Wiyono dari Wonosobo menyampaikan, bantuan ini jangan dinilai besar kecilnya, tetapi inilah bentuk rasa kasih sayang, peduli dan empati warga perantau. (sol)