Kegiatan Dharma Wanita Seharusnya Tak Monoton

929
Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes memotong tumpeng dalam puncak peringatan HUT Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (19/12/2017).(bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Dharma Wanita Persatuan (DPW) merayakan HUT ke-18. HUT diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya donor darah, penghijauan di Cangkringan, senam masal, pembinaan rohani dan bakti sosial di Karangmojo Gunungkidul.

Di Sleman, HUT Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (19/12/2017) yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Suni Sumadi serta pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes dan diserahkan kepada Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman.

Sri Muslimatun menyampaikan kiprah Dharma Wanita Persatuan melalui berbagai kegiatannya selama ini diharapkan semakin memberikan nilai tambah, baik bagi anggotanya, bagi para suami maupun bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

Baca Juga :  Belanda pun Tak Setuju Sultan Perempuan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan kapasitas ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan agar dapat bekerja dengan lebih baik dan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi anggota dan masyarakat. Anggota Dharma Wanita Persatuan seharusnya terdiri dari istri karyawan dan juga karyawati sendiri, namun pada saat ini, mereka yang aktif dalam kegiatan-kegiatan Dharma Wanita kebanyakan dari anggota yang juga merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Sleman. Sedangkan istri-istri PNS Pemerintah Kabupaten Sleman, yang jumlahnya lebih banyak, belum semuanya aktif dalam DWP.

Kondisi ini tentunya harus dijadikan bahan introspeksi bagi pengurus, mengapa para istri PNS tersebut belum atau tidak aktif dalam DWP. Apakah dikarenakan kegiatan DWP yang monoton, atau karena memang para istri tersebut telah memiliki dan aktif dalam kegiatan lain diluar rumah. Untuk itulah hendaknya dipikirkan bersama lagi tentang bagaimana menarik minat para istri PNS tersebut untuk aktif dalam DWP.

Baca Juga :  Bali Dominasi Renang O2SN 2018

“Jika diperlukan maka kita bisa mencari terobosan-terobosan baru berupa kegiatan yang sedang digemari ibu-ibu saat ini, yang tentunya merupakan kegiatan positif yang mampu mendorong para ibu untuk berperan dalam pembangunan,” kata Sri Muslimatun.

Selain itu kepada para ibu yang merupakan istri PNS untuk selalu memberi support serta semangat kepada para suami agar dapat melakukan pekerjaannya dengan professional, disiplin, dan mampu memberikan contoh serta teladan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun lingkungan kerja. Namun sebelumnya, kepada para ibu diharapkan untuk bisa menempatkan diri dan menjadi panutan serta memberikan keteladanan bagi keluarga dan masyarakat. (yve)