Kehadiran WARA, Tak Sekadar Perwujudan Emansipasi

650
Jajaran personel WARA, disela-sela acara peringatan HUT ke-54, Senin (14/08/2017). (istimewa)

KORANBERNAS.ID—Wanita Angkatan Udara (WARA) adalah profesi yang mulia. WARA merupakan aset bangsa dan bukan hanya sebatas wujud dari emansipasi sebagaimana semangat RA Kartini.

Dalam sambutan memperingati HUT WARA ke-54, KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto mengemukakan bahwa saat ini anggota WARA dituntut untuk mampu menjadi prajurit TNI yang profesional.

“Kehadiran WARA tidak hanya wujud dari aplikasi semangat RA Kartini dengan emansipasinya. Tapi juga memberikan ruang yang sebesar-besarnya bagi kaum perempuan dalam mengmbangkan dirinya. Bahkan berbagai posisi dan jabatan penting telah disandang oleh para prajurit wanita tersebut seperti menjadi pilot pesawat tempur teknisi bahkan ada juga yang menjadi polisi militer,” ujar KSAU.

Menurut KSAU, peran WARA selama 54 tahun tidak diragukan lagi. Personel WARA mampu menunjukkan sebagai prajurit wanita yang dilandasi oleh jiwa ksatria,  militan serta loyal dan profesional.

Bukan itu saja, personel WARA juga mampu bersikap bijaksana mengatur peran sebagai wanita, istri serta ibu dan sebagai prajurit profesional sekaligus.

Rangkaian acara peringatan HUT WARA ke-54, ditandai dengan upacara militer di Kompleks AAU, Senin (14/08/2017).(dwi suyono/sm)