Kejurda Minim Peserta, PODSI Keluhkan Sulit Cari Atlet

423
PODSI DIY menggelar Kejurda Dayung 2017 di Kulon Progo sebagai wahana pencarian atlet dayung yunior potensial. (Sri Widodo/KoranBernas)

KORANBERNAS.ID – Laguna di Pantai Glagah pada Senin (20/11) pagi nampak semarak. Puluhan perahu kano dan perahu naga berseliweran didekat pantai andalan Kulon Progo tersebut. Para remaja dan pemuda nampak menikmati suasana berperahu tersebut.

Kemeriahan itu dikarenakan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) DIY menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Dayung 2017 di Laguna Pantai Glagah. Ketua Panitia Kejurda Dayung 2017, Waljiyanto, mengatakan, lomba dimaksudkan untuk mencari bibit regenerasi pedayung profesional khususnya di kategori yunior.

Kejurda tersebut, tutur Waljiyanto, diikuti oleh total 75 peserta, berusia maksimal 19 tahun. Mereka berasal dari empat kabupaten se-DIY, hanya saja disayangkan Kejurda itu minim peserta yang berasal dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja.

Dalam lomba yang terdiri dari beberapa kategori itu akhirnya tetap berjalan sukses. Nomor yang dipertandingkan di antaranya single kayak putra dan putri jarak 500 meter, single scull putra dan putri, slalom putra dan putri, serta dragon boat putra. Untuk kategori dragon boat hanya ada kategori putra, karena kategori putri masih terhitung sedikut peminatnya.

Baca Juga :  Tersangka Perampokan Tak Akui Perkosaan

Waljiyanto pun menjelaskan, penjaringan bibit junior akan dilakukan pada akhir 2017. Setelah terpilih bibit unggul, PODSI DIY harus segera mempersiapkan diri untuk menghadapi Kejurnas Dayung di tahun 2018 mendatang.

Namun, Waljiyanto mengeluhkan, PODSI cukup sulit menemukan atlet dayung yunior. Hal itu dikarenakan, tidak semua kabupaten dan kota di DIY memiliki lokasi berlatih dayung yang memadai. Apalagi, olahraga dayung memiliki sejumlah kategori, yaitu lomba dayung sprint yang menempuh jarak 200 meter, jarak panjang 1.000 – 2.000 meter.

“Untuk pengurus Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo tidak banyak menemui kendala regenerasi, karena mereka memiliki lokasi berdekatan dengan lautan, bisa menjadi tempat latihan yang cukup representatif,” ungkapnya kepada KoranBernas.

Baca Juga :  Asmara Dua Sejoli Ini Berujung Tragedi Memilukan

Sementara itu, Nafisa Nurul salah satu peserta kelas slalom mengaku senang mengikuti kejuaraan tersebut. Menurutnya lomba ini untuk menambah pengalaman. Nafisa menyadari, belum banyak orang yang meminati kejuaraan olahraga dayung. Sehingga, dengan mengikuti kejuaraan dayung, ia bisa sekaligus mempromosikan olahraga tersebut kepada banyak orang.

“Kalau saya ingin jadi atlet nasional, doakan ya,” ujarnya gadis berparas manis itu renyah. (ros)