Kekurangan Komputer untuk UNBK, Sekolah Gunakan Laptop

230
Siswa SMAN 10 Yogyakarta mengikuti UNBK hari pertama di sekolah setempat, Senin (09/04/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Sejumlah sekolah seringkali kesulitan mengadakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNKB) karena kekurangan fasilitas komputer. Namun kebijakan SMAN 10 Yogyakarta ini bisa jadi salah satu contoh alternatif yang efektif untuk mengatasi persoalan tersebut.

Sekolah tersebut sejak beberapa tahun terakhir mengadakan laptop. Mulai tahun ini, sekitar 20-an laptop sudah terkumpul yang digunakan peserta UNBK.

“Tahun lalu kami hanya bisa menyediakan tiga laboratorium komputer ditambah laptop cadangan untuk satu kali sesi unbk. Namun tahun ini unbk sudah bisa dilaksanakan di empat laboratorium dengan tambahan dua puluh dua laptop bagi seratus lima puluh sembilan siswa kami,” ungkap Kepala SMAN 10 Yogyakarta, Drs Basuki disela UNBK hari pertama, Senin (09/04/2018).

Menurut Basuki, bila belum bisa menyediakan laptop secara mandiri, sekolah bisa meminjam laptop dari guru atau siswa. Namun dengan syarat, laptop harus dikarantina jauh-jauh hari di sekolah .

Selain dipasang software UNBK, karantina dilakukan agar komputer tersebut benar-benar steril. Hanya orang-orang tertentu yang diperbolehkan membuka laptop.

“Hanya proktor atau teknisi yang diperbolehkan mengutak-utik laptop yang digunakan unbk,” ujarnya.

Sementara Bobby Orlando Yoku, salah seorang peserta UNBK di SMAN 10 Yogyakarta bersyukur soal matapelajaran (mapel) Bahasa Indonesia yang diujikan dalam UNBK kali ini mirip dengan kisi-kisi soal yang selama ini dia pelajari di sekolah. Sehingga siswa asal Jayapura, Papua tersebut tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan 50 soal ujian.

“Soal kali ini banyak yang sudah saya pelajari saat latihan dan try out. Optimis bisa jawab lebih dari tujuh puluh lima persen,” ujar siswa yang berharap bisa melanjutkan pendidikan tingginya di Sam Ratulangi Manado.

UNBK Hari Pertama Lancar

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (kadisdikpora) DIY, Baskara Aji mengungkapkan, ujian hari pertama berlangsung lancar. Tidak laporan kendala yang terjadi di lima kabupaten/kota.

“Lancar, tidak ada kendala. Help desk baru mengumpulkan rekap siswa yang tidak hadir,” ungkapnya.

UNBK untuk SMA kali ini, lanjut Aji diikuti 18.269 siswa di 164 sekolah. Selain itu 5.149 siswa MA di 49 sekolah.

“Untuk SMALB juga digelar ujian yang diikuti tiga puluh lima siswa,” imbuhnya.(yve)