Keliru, Anggap Nilai UNBK Tak Penting

265
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Eddy Heri Suasana dan panitia sub rayon II UNBK tingkat Kota Yogyakarta, Kamis (26/04/2018), memberikan penjelasan pelaksanaan USBN dan UNBK. (rosihan anwar/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Meski sempat terjadi permasalahan pada server di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menyebabkan keterlambatan pelaksanaan UNBK selama beberapa menit, secara keseluruhan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menganggap pelaksanaan UNBK dan USBN tahun 2018 berjalan aman, lancar dan tanpa kendala yang berarti.

Haryadi bahkan mengapresiasi kesiapan panitia di setiap subrayon USBN dan UNBK. “Saya melihat pelaksanaan berjalan dengan baik. Seperti tadi di SMP Muhammadiyah 9, meski sempat ada mati listrik sebentar ya, tapi bisa berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Saya ucapkan terima kasih kepada orang tua atau wali siswa dan juga pihak sekolah,” katanya.

Usai memantau pelaksanaan UNBK hari terakhir, Kamis (26/04/2018), Haryadi Suyuti menyatakan, secara keseluruhan, pihak sekolah siap untuk menggelar ujian berbasis komputer.

Sedangkan beberapa sekolah yang belum siap UNBK sangat terbantu dengan kesediaan sejumlah sekolah lainnya untuk memfasilitasi peserta didik untuk mengikuti UNBK tahun ini.

Baca Juga :  Rektor UIN Ingatkan Tugas Jaga NKRI

“Namun yang perlu diingatkan kepada peserta didik, setelah UNBK ini ora njuk rampung dan tidak masuk sekolah. Oleh karena itu, saya minta sekolah memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang positif,” ujar walikota.

Haryadi juga membantah anggapan yang beredar, pelaksanaan hasil USBN dan UNBK tidak penting atau tidak mempengaruhi proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMA/SMK atau MA.

Anggapan itu beredar luas di masyarakat karena sistem PPDB yang menerapkan sistem zonasi, sehingga orang tua murid berpendapat akan tetap diterima di sekolah yang dekat atau berada di zona wilayah yang terlingkupi sekolah tersebut.

“Ada yang beranggapan, ujian iki sing penting melu, karena nilainya tidak berpengaruh atau tidak sebagai acuan pada PPDB. Saya katakan di sini, anggapan-anggapan seperti itu tidak benar,” tegasnya.

Nilai siswa akan berpengaruh pada PPDB meski diterapkan sistem zonasi. Hal itu karena USBN dan UNBK akan dijadikan tolok ukur dari proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama tiga tahun.

Baca Juga :  Padi Reborn Siap Gebrak Jogja

Kepala Sub Rayon II UNBK tingkat Kota Yogyakarta yang juga Kepala Sekolah SMPN 5 Kota Yogyakarta, Suharno, menyebutkan demi kelancaran pelaksanaan UNBK, panitia subrayon melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan sekolah menyediakan komputer untuk ujian para siswa.

“Kami melakukan pemeriksaan tanpa sepengetahuan dinas di subrayon kami tentang kesiapan untuk UNBK ini. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” terangnya.

Dari pelaksanaan UNBK yang berlangsung 23 – 26 April 2018, sempat ditemukan beberapa soal untuk mata pelajaran Matematika dan IPA yang perintah dalam soal tersebut tidak lengkap sehingga sempat menimbulkan kebingungan di antara para peserta ujian.

Namun, panitia dan pengawas akhirnya menganggap soal tersebut sebagai bonus akibat kesalahan pengetikan di bank soal Kemendikbud.

“Kita putuskan, soal-soal itu tidak akan mempengaruhi penilaian. Jadi, kita anggap bonus saja,” kata Eddy Heri Suasana, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. (sol)