Keluar Rutan Harus Bisa Baca Alquran

131
Warga binaan mengikuti pengajian jelang tahun baru 1440 Hijriah di Rutan kelas IIB Bantul, Senin (10/09/2018) sore. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Warga Binaan Pemasyarakat (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Bantul yang berlokasi di Desa Guwosari,Kec Pajangan  menggelar doa bersama jelang tahun baru Hijriah 1440 H, Senin (10/09/2018) sore. Acara juga bersamaan dengan peluncuran secara serempak program Kementerian Hukum dan HAM yakni “Hapus Buta Alquran” bagi WBP  yang beragama Islam.

Acara selain diisi dengan doa, pengajian serta deklarasi, juga ada penyerahan Alquran dari  pihak Rutan yang diserahkan Kepala Rutan Soleh Joko Sutopo Amd, SH MH yang diperuntukan bagi WBP untuk kepentingan mengaji dan ibadah.

“Kegiatan hari ini digelar sesuai dengan arahan Dirjen Pemasyarakatan Ibu Sri Puguh Budi Utami dan digelar diseluruh jajaran Kemenkum HAM di tanah air,” kata Soleh kepada koranbernas.id disela acara.

Baca Juga :  Giatkan Komunikasi, Warga Ringinharjo Manfaatkan HT

Adapun tujuanya dalam rangka mendukung nawacita seperti  meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, melakukan  revolusi karakter bangsa, memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

“Juga untuk  meningkatkan keimanan dan ketakwaan  Warga Binaan Permasyarakatan dan tahanan kepada Allah SWT. Sekaligus momentum menyambut tahun baru Hijriah 1440 H,”kata pria 36 tahun yang menjabat sejak Oktober 2017 silam tersebut.

Di Rutan Bantul, lanjut Soleh sudah ada program mengaji dengan pembina Kemenag serta dari pegawai Rutan. Targetnya bagi yang beragama Islam,  ketika masuk ke Rutan belum bisa membaca Alquran, saat keluar atau bebas sudah mampu membaca Alquran.

“Kita disini ada rutin kajian agama, kegiatan ibadah  termasuk juga kegiatan mengaji,”kata mantan Kepala Rutan Wates tersebut. (yve)

Baca Juga :  Dosen UP 45 Ini Kembangkan Manfaat Surfaktan Minyak Bumi