Keluarga Harus Punya Ketahanan Dalam Pengasuhan Anak

122
Abdul Halim Muslih memberikan sambutan saat peresmian Program Pembinaan dan Pengelolaan Pengasuhan dan Tumbuh Kembang Anak TA 2018 se Desa Gilangharjo, Rabu (11/04/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan di Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak telah terbentuk Satuan Tugas (Satgas) perlindungan perempuan dan anak. Satgas ini melakukan pendampingan terhadap keluarga yang memilki anak-anak balita.

“Karena memang mulai dari balita inilah perlu perhatian yang terpola dengan baik. Sebuah keluarga harus memiliki ketahanan di dalam

mengasuh anak hingga mereka ini berkembang,”kata Wakil Bupati saat membuka Program Pembinaan dan Pengelolaan Pengasuhan dan Tumbuh Kembang Anak TA. 2018 se-Desa Gilangharjo di Aula Kantor Desa Puri Selo Gilang, Gilangharjo, Pandak, Rabu (11/04/2018).

Adapun  tema yang diambil adalah  “Peningkatan Ketahanan Keluarga Dari Kerentanan Dalam Kehidupan Menuju Gilangharjo Desa Ramah Anak”.

Keluarga, lanjut Halim perlu memiliki ilmu pengetahuan yang cukup, bagaimana cara melakukan pengasuhan anak dengan benar, baik dari aspek kesehatan, aspek pendidikan dan aspek tumbuh kembangnya secara sosial.

Maka dengan adanya pendampingan dalam program ini diharapkan masing-masing keluarga akan menyadari betapa pentingnya pola asuh yang benar terhadap anak-anak sesuai dengan usia anak.

Sementara M. Zainul Zain selaku Ketua Penyelenggara dalam laporannya mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan tahun ketiga  dan telah diawali dari tahun 2016 dan 2017.

“Kami menggelar program sejak  tahun 2016 dengan pendampingan terhadap 150 keluarga dari Desa Gilangharjo,” katanya.

Pembangunan SDM, menurut Zainul merupakan salah satu upaya menggapai cita-citamenuju kesejahteraan bangsa, seperti diamanatkan dalam UUD 1945.

“Kondisi tumbuh kembang anak yang baik dan sesuai usia tumbuh kembang anak, akan berpengaruh pada kualitas SDM generasi penerus bangsa,”katanya.

Meskipun konsep tentang kualitas SDM itu sendiri masih abstrak, tetapi menurut Juwono Sudarsono (1998) ditandai dengan ciri cerdas, kreatif, terampil, terdidik dan bertakwa kepada Tuhan YME. Sehat dan berumur panjang serta mandiri dan memiliki akses kehidupan yang layak.

Sedangkan Lurah Desa Gilangharjo, Pardiyana berharap, kegiatan ini bisa mendongkrak prestasi kegiatan belajar mengajar di lingkungan keluarga masing-masing.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu kader yang telah memperjuangkan beberapa alur sehingga program ini bisa berjalan dengan lancar. Adanya program ini mudah-mudahan tingkat kesejahteraan di Desa Gilangharjo akan semakin bertambah,”ujarnya. (SM)