Kemenpora Boyong Pelatih Lalu Muhammad Zohri ke Jogja

1092
Komang Budagama (bertopi) dan Made Budiasa (kaos merah) foto bersama peserta Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga Atletik, Senin (23/07/2018), di Hotel UNY. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Selama lima hari, 23-27 Juli 2018, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga Atletik.

Tak tanggung-tanggung, untuk melatih sejumlah 66 orang pelatih dari DIY, kali ini Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora bekerja sama dengan PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) DIY memboyong dua orang pelatih Juara Dunia Atletik U-20 2018, Lalu Muhammad Zohri dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Keduanya adalah I Komang Budagama dan I Made Budiasa. Tentu saja, kehadiran dua orang sosok yang berperan di balik kesuksesan Lalu Muhammad Zohri itu memperoleh perhatian dari para peserta.

Kabid Peningkatan Mutu Pelatih dan Instruktur Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Ahmad Arsani, kepada wartawan di sela-sela acara mengatakan pihaknya sengaja mendatangkan keduanya ke Jogja untuk memaparkan pengalamannya selama ini.
“Melalui pelatihanan ini kami berharap para pelatih memperoleh tambahan ilmu,” ujarnya, Senin (23/07/2018), di Hotel UNY.

Baca Juga :  Margaria Renovasi Rumah Korban Badai Cempaka

Hadir dalam kesempatan itu, Eka Heru Prasetyo dari Disdikpora DIY, Ketua Harian PASI DIY Bambang Dewanjaya, Kabid Bimbingan dan Prestasi (Binpres) KONI DIY, Ria Lumintuarso.

Menurut Ahmad Arsani, pelatihan tersebut merupakan bagian dari program untuk menciptakan 100 ribu pelatih. Meski dengan tenaga yang terbatas, Kemenpora tetap berusaha maksimal mencapai target tersebut. Pihaknya juga tidak segan-segan memberikan fasilitasi kegiatan pelatihan.

Pengalaman selama ini, ujarnya sambil berkelakar, kadang-kadang dalam suatu kegiatan pelatihan terutama pada saat acara pembukaan hadir 500 peserta. Begitu masuk makan siang peserta berkurang tinggal 250 dan sore hari tersisa 50 orang saja.

Ahmad Arsani menyampaikan paparan sebelum membuka Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga Atletik. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Sejak diluncurkan Februari lalu, dia mengakui para pelatih yang diundang menilai materi pelatihan terutama materi dasar sudah mereka kuasai. Akibatnya, sebagian dari mereka kurang berminat dan tertarik meneruskan pelatihan yang berlangsung minimal tiga hari itu.

Baca Juga :  Ada Pengantin Menikah Diatas Crane 20 Meter

“Program ini untuk meningkatkan sumber daya keolahragaan dan diharapkan melahirkan pelatih berkualitas untuk 50 cabor yang diperlombakan di tingkat internasional maupun nasional di semua daerah,” harapnya.

Menurut Ahmad Arsani, program 100.000 pelatih yang bersertifikasi itu merupakan Intruksi Presiden. Ditargetkan pada 2019 diterapkan levelisasi pelatih tingkat nasional maupun internasional. Target jangka panjangnya, Kemenpora ingin setiap pelatih cabor menghasilkan satu bibit unggul potensial.

Sedangkan Ria Lumintuarso yang menyambut baik program peningkatan kualitas dan kapasitas pelatih itu berharap akan lahir pelatih yang menghasilkan atlet potensial. (sol)