Kemenpora Dorong Industri Lokal Olahraga

220
Kemenpora menggelar diklat pelatihan pembuatan peralatan olahraga untuk mendorong industri olahraga lokal dan memajukan pengembangan olahraga di Indonesia.

KORANBERNAS.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyadari pembinaan dan pembangunan olahraga di Indonesia kerap terkendala sarana dan prasarana. Khususnya infrastruktur seperti peralatan dan perlengkapan olahraga.
Dalam rangka mendorong pembangunan olahraga di Indonesia, Kemenpora khususnya Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, menggelar pendidikan dan pelatihan SDM tenaga teknis produk barang industri olahraga. Pelatihan selama lima hari itu dibuka, Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dr Yuni Purwanti, Selasa (7/11) sore, di Hotel Gaia Cosmo Yogyakarta.
Yuni Purwanti dalam sambutannya menyontohkan, Indonesia sering berharap pada cabang olahraga panahan dalam setiap multievent olahraga. Namun, menurut Yuni, jumlah atlet nasional cabang panahan di Indonesia yang benar-benar berkualitas kurang dari 80 atlet. Kebetulan, pelatihan yang digelar Kemenpora terkait dengan kursus pembuatan busur dan anak panah.
“Kalau dihitung jumlah atlet (panahan) mungkin tidak genap pada angka 80. Mengapa demikian? Ini karena pembibitannya mulai langka. Mengapa langka? Karena alat-alatnya mahal, jadi peminatnya sedikit,” ujar Yuni.
Harga untuk sebuah busur panah memang tak murah. Bahkan untuk beberapa nomor seperti nomor recurve, harganya bisa mencapai Rp 40 juta – Rp 60 juta. Oleh sebab itu, Kemenpora mendorong industri lokal untuk mampu membuat peralatan olahraga yang memadai.
“Nah, kalau mahal dan peminatnya sedikit apa kita habiskan dulu 80 atlet itu, terus nanti kalau habis, kita berhenti dulu dan tidak melakukan regenerasi? Tentu tidak. Sebab itu, kami mendorong industri lokal untuk membuat, dan di tangan anak muda kreativitas itu bisa terwujud,” paparnya.
Terpisah, Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY Eddy Wahyudi menyambut baik pelatihan pembuatan peralatan dan perlengkapan cabang olaharaga panahan yang digelar Kemenpora. Menurut Eddy, perkembangan olahraga panahan di DIY terbilang cepat.
“Bagi saya ini hebat, Kemenpora mau mengadakan pelatihan seperti ini. Kita ketahui bersama, peralatan panahan itu, busurnya saja bisa sampai lebih dari Rp 40 juta atau seharga motor (Kawasaki) Ninja. Kalau bisa dibuat lokal pasti akan lebih murah,” tutur dia. (ros)

Baca Juga :  Yogyakarta Tetap Aman dan Nyaman, Ini Caranya