Kemenpora Ukur Kekuatan Otot Warga Sleman

54
Masyarakat mengikuti tes kebugaran untuk pengukuran Sport Development Index (SDI) di Stadion Tridadi Sleman, Rabu (19/09/2018). (istimewa)

KORANBERNAS.ID — Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menyelenggarakan Tes Pengukuran Sport Development Index (SDI) di Stadion Tridadi Sleman, Rabu (19/09/2018).

Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Agung Armawanta, menjelaskan tes kebugaran melibatkan 100 orang warga Sleman dari berbagai elemen dan profesi (non atlet) seperti anak-anak, remaja, dewasa, dan orangtua.

“Tes dilakukan dengan lari multi tahap berjarak 20 meter untuk sampel mengukur kebugaran warga Sleman,” kata Agung.

Agung berharap melalui tes ini dapat terukur indeks kebugaran warga Sleman. “Hasil tes ini akan menjadi parameter bagaimana pembinaan olahraga bisa dibangun dan terukur di wilayah Kabupaten Sleman,” tambahnya.

Baca Juga :  Berbekal Lampu Senter, Tim Pemantau Jentik Nyamuk Turun ke Dusun

Aris Nugroho selaku tim teknis Kemenpora dari UNS Surakarta menjelaskan SDI adalah salah satu metode mengukur atau menilai tingkat kemajuan pembangunan olahraga di suatu daerah bahkan negara.

Ada empat indikator yaitu tersedianya ruang publik untuk berolahraga, partisipasi masyarakat dalam berolahraga, SDM bidang olahraga seperti pelatih, guru olah raga maupun instruktur, serta tingkat kebugaraan masyarakat.

Tes kebugaran tidak hanya tes kardiovaskular saja namun ada tes kekuatan, daya tahan kekuatan, kelentukan, fleksibility.

“Untuk memudahkan kita ambil tes daya tahan kekuatan otot. Dominasi tingkat kebugaran adalah daya tahan kekuatan otot karena ada kekuatan otot tungkai, otot jantung, dan otot paru-paru. Ini bisa menggambarkan seberapa besar kebugaran,” jelasnya.

Baca Juga :  Sempat Tertunda, Pembersihan Lahan NYIA Dilanjutkan

Bambang Pamungkas dari Bidang Pengembangan Sanggar Kemenpora RI mengatakan kegiatan Tes Pengukuran SDI dilakukan di 34 kabupaten kota yang mewakili 34 provinsi seluruh Indonesia. Hasil data tes yang telah diolah akan menjadi bahan evaluasi seandainya ada kekurangan.

“Jika hasilnya kurang, akan ada tim yang datang untuk meninjau apakah karena kurangnya sarana prasarana atau program kegiatannya,” kata Bambang.

Bambang berharap melalui tes ini kebugaran masyarakat Kabupaten Sleman dapat terangkat.

“Kita coba berusaha agar program-program Kemenpora bisa masuk di Kabupaten Sleman. Saat ini sudah ada dua program yang masuk yaitu Gala Desa dan kami sudah berbicara dengan dinas kalau bisa diadakan olahraga tantangan, wisata dan ekstrem,” jelasnya. (sol)