Kemensos Jalin Kerja Sama dengan TNI

169
Rombongan  Menteri Sosial dan Ketua  DPR menyusuri Sunga Bodo sepanjang hampir  2  km  ke tempat tempat apel  siaga Tagana  (istimewa)

KORANBERNAS.ID—  Bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Taruna Siaga Bencana (Tagana) tingkat nasional di Pantai Logending Kecamatan Ayah Kabupaten  Kebumen, Senin (02/04/2018), Kementerian  Sosial menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesua (TNI), Badan Intelegen Negara (BIN) serta Badan Nasional Penanggulangan  Terorisme (BNPT).

Kerja sama ini, untuk lebih mengoptimalkan kerja Kemensos, dalam  hal  perlindungan dan  jaminan  sosial. Menurut Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan  Sosial, Hari Hikmat, kerja sama dengan TNI untuk lebih mempercepat pembentukan  satuan tugas penanggulangan  konflik sosial dan masalah sosial.

Sedangkan kerja sama dengan BIN untuk mendapatkan data dan  informasi  guna pencegahan  terjadinya konflik sosial.  Kerja sama dengan  BNPT, berupa  pertukaran data dan informasi, eks warga binaan perkara terorisme. Data dan informasi untuk kegiataan integrasi sosial, rehabilitasi sosial dan  pendampingan  sosial.

Baca Juga :  Warga Penolak Bandara Segera Pindah

Menteri Sosial Idrus Marham ketika  memimpin apel  siaga Tagana mengaku bangga dengan Tagana di berbagai tempat. Anggota Tagana selalu ada dan berperan, di setiap penanggulangan bencana alam.

Sebagai  Menteri  Sosial,  dia menghabiskan  80 persen waktu bekerjanya untuk kegiatan di luar kantor. Hal ini  terjadi, karena cukup  banyak bencana  alam dan masalah sosial, yang  perlu segera ditangani.

Pada kesempatan itu dikukuhkan 60 orang menjadi Sahabat Tagana. Sebelum dikukuhkan, mereka menjalani  bimbingan  teknis yang diselenggarakan  Kemensos. Mereka berasal dari jurnalis, AMPG, AMPI,  ORARI dan RAPI.

Sebelumnya Sabtu (31/03/2018) Direktur Perlindungan  Sosial Korban Bencana Alam, Margi Wiyono, kepada wartawan di Press Center Kebumen mengatakan, Tagana baru ada tahun 2004. Kala itu jumlah  Tagana  yang berhasil  direkrut baru 60 orang. Mereka bertugas pertama  kali pada penanganan bencana tsunami di Aceh.

Baca Juga :  FKPM Dorong Kepedulian Kepada Warga Kurang Beruntung

Sekarang jumlah Tagana seluruh Indonesia mencapai 38.717 orang.  Tagana  mendapat tali asih dari pemerintah. Besarnya tali asih  awalnya hanya Rp 50.000 per bulan. “Sekarang Rp 250.000 per bulan,“ kata Margi Wiyono. (sol)