Kendalikan dari Nusakambangan, Empat Pengedar Diringkus

318
Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Senentyo ketika memberikan keterangan pers tentang pengungkapan kasus narkoba, yang dikenalikan dari LP Nusakambangan, Rabu (4/4/2018). (prasetiyo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID— Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan kembali menjadi sorotan. Entah sudah berapakali kasus, LP Nusakambangan dijadikan basis peredaran narkoba. Dan kali ini, Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Purbalingga berhasil membongkar jaringan pengedar narkoba lintas kabupaten/kota. Empat orang anggota sindikat barang haram tersebut berhasil diringkus.

Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Senentyo dalam keterangannya di Mapolres Purbalingga, Rabu (4/4/2018) mengatakan, peredaran narkoba jenis shabu itu dikendalikan oleh pelaku yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan.

Lima pelaku yang berhasil diamankan masing-masing, perempuan berinisial SS (30), warga Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar, AYW (41) warja Kecamatan Serengan Kota Surakarta, SP (33) warga Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, dan AM (23) warga Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara.

“Tiga nama terakhir mengendalikan distribusi narkoba dari LP Besi di Nusakambangan. Mereka juga terpidana kasus narkoba. Tiga tersangka sudah kita amankan, sementara itu dua tersangka lain masih dalam proses pemindahan ke LP Purbalingga karena masih berstatus narapidana di LP Nusakambangan,” jelasnya.

Diceritakan Kapolres, pengungkapan kasus berawal dari penangkapan tersangka SS (30) perempuan warga Kelurahan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar. Ia ditangkap di wilayah Desa Kembangan, Kecamatan Bukateja, Purbalingga dengan barang bukti 13,26 gram sabu, dua bulan lalu, tepatnya Kamis (1/2/2018) silam. Lokasi tersebut merupakan perbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara.

Selanjutnya pada Senin (5/2/2018) polisi yang melakukan penyamaran melihat ada perempuan menggunakan Yamaha Mio di lokasi tersebut.

“Polisi lalu melakukan penggeledahan dan menemukan tujuh paket narkotika jenis shabu. Beratnya 13,26 gram. Perempuan berinisial SS itu lalu diamankan. Dia juga kami minta melakukan tes urine,” lanjutnya.

Setelah diperiksa, SS mengaku bahwa narkoba tersebut didapatkannya dari AYW yang sedang menjalani hukuman di LP Nusakambangan. Selanjutnya polisi pada Jumat (23/2) mendatangi AYW di LP Besi Nusakambangan.

“Setelah digeledah ditemukan barang bukti di sel AYW. AYW lalu kami tes urine,” tuturnya.

Selanjutnya AYW mengaku bahwa barang bukti yang berada di tangan SS merupakan milik bersama dengan AM. Barang tersebut berasal dari DSP. Polisi pada Rabu (28/3/2018) mengecek sel DSP dan AM di LP Nusakambangan. Ternyata benar DSP merupakan tahanan LP Narkotika dan AM ditahan di LP Permisan.

“Dua narapidana tersebut sedang dalam proses untuk dipindahkan ke LP Purbalingga,” tegasnya.

Ketiga tersangka mengakui bahwa barang yang dijual melalui SS merupakan milik AP (37) warga Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas. Polisi hingga kini masih memburu keberadaan AP.

Diketahui bahwa transaksi narkoba dikendalikan melalui komunikasi lewat telepon genggam. “ Bisnis haram ini sudah berjalan lama. Mereka saling komunikasi lewat telepon dan langsung memerintahkan SS sebagai kurirnya,” katanya lagi.

Kepada para tersangka,Kapolres menjerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) subsider Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Ancaman hukuman pidana berupa hukuman mati atau seumur hidup dan denda maksimal Rp 10.000.000.000. (yve)