Kepolisian Diminta Bersihkan Nama Pedagang Bakso Korban Salah Tangkap

644
Kawasan yang menjadi tempat tinggal Spy di Tamanan, Bantul. (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Aparat kepolisian diharapkan bisa memberikan penjelasan terkait penangkapan Spy seorang pedagang cilok dan bakso pada Kamis (17/05/2018)  siang dan dilepas pada malam harinya. Pelepasan Spy yang sebelumnya diduga sebagai seorang teroris, kemudian disusul pengembalian sepeda motor oleh Polda DIY pada Sabtu (19/05/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

Informasi yang didapat koranbernas.id , Sabtu (19/05/2018) petugas yang datang ke rumah Spy sebanyak lima orang. Mereka hanya datang seperlunya terkait pengembalian sepeda motor milik Spy yang kemudian dipastikan tidak terlibat dalam jaringan teroris atau tindakan kriminal apapun.

“Cuma sebentar dan tadi bapak dari kepolisian menyampaikan kalau ada media yang tanya agar langsung ke Polda,” kata Ny Wiwik Muklis pemilik kontrakan yang beralamat di Rejokusuman Desa Tamanan,Kecamatan Banguntapan Bantul.

Baca Juga :  Permintaan Khusus Wabup untuk Jamaah Haji

Sementara suaminya, Muklis Nur Ismail berharap pihak kepolisian bisa memberi penjelasan kepada warga bahwa Spy tidak terlibat dalam jaringan apapun.

Karena informasi yang berkembang di  masyarakat, Spy yang merupakan single parent dengan tiga orang anak tersebut terkait terorisme. Infonya, polisi sendiri datang ke kontrakan Spy untuk mencari adik perempuanya yang diduga ikut dalam kerusuhan demo di seputaran UIN beberapa hari lalu.

“Dengan adanya penjelasan itu, maka nama Spy akan bersih lagi dan masyarakat juga tidak perlu takut. Yang bersangkutan juga bisa berjualan lagi seperti biasanya,” kata Muklis.

Menurut Muklis, perempuan asli Cilacap yang kontrak di tempatnya sejak tiga bulan lalu itu. keseharianya berjualan cilok ataupun bakso tusuk secara berkeliling.

Baca Juga :  Pencuri Kotak Infak Ternyata Pernah Dibantu Makan

“Dengan adanya penjelasan polisi sekaligus memastikan wilayah Rejokusuman aman tidak ada yang terlibat terorisme. Saat akan kontrak. identitas Spy juga sudah saya data dan saya minta,”katanya.

Sementara Ketua RT 03 Rejokusuman Walijo mengatakan pada Kamis (17/05/2018) pihak kepolisian memang meminta dirinya menyaksikan penggeledahan.Namun soal ada tidaknya berkas yang dibawa petugas dari kontrakan Spy, Walijo kurang mengetahui. (SM)