Kerugian Akibat Bencana Belum Diketahui Pasti

182
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Sleman, H Sri Purnomo meninjau kawasan terdampak bencana di Dusun Klaci, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, Kamis (30/11/21007). (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X didampingi Bupati Sleman, H Sri Purnomo meninjau kawasan terdampak bencana yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem beberapa hari terakhir ini,  di Dusun Klaci, Desa Margoluwih, Kecamatan Seyegan, , Kamis (30/11/21007). Bahu jalan sepanjang lebih dari 10 meter diwilayah tersebut mengalami longsor terkena luapan air sungai.

Sri Purnomo mengaku pihaknya sedang mengumpulkan data jumlah kerugian akibat cuaca buruk tersebut. Pemerintah Kabupaten Sleman, lanjutnya, telah mempersiapkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak bencana, serta memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

“Data masih terus bertambah. Harapannya data yang masuk berapa segera bisa diketahui. Walaupun besoknya pasti bertambah lagi,” kata Sri Purnomo.

Lebih lanjut, Sri Purnomo mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja. Ia juga menyarankan masyarakat untuk menjauhi tempat yang dianggap berbahaya. “Jangan sampai nanti timbul kerugian, timbul korban. Termasuk binatang peliharaan juga harus dievakuasi,” papar Sri Purnomo.

Joko Supriyanto selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman juga berharap masyarakat tetap waspada meskipun bencana yang diakibatkan oleh badai Cempaka tersebut telah usai.

Menurutnya musim hujan dengan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

“Tetap kita imbau untuk siaga. Puncaknya musim hujan ini kan sampai sekitar Februari, meski musim hujannya mungkin sampai April. Jadi sampai Februari diperkirakan masih akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang,” tutur Joko.

Hingga saat ini, Prambanan merupakan titik terparah di Kabupaten Sleman yang terkena bencana badai Cempaka tersebut. BPBD Sleman telah mengerahkan lebih dari 200 personelnya untuk melakukan evakuasi di Kecamatan Prambanan. (SM)