Kesadaran Kepemilikan IMB di Kebumen Rendah

164

KORANBERNAS.ID — Jumlah pemilik bangunan yang ingin memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kebumen terhitung masih rendah. Dari 307.289 bangunanan, baru sebanyak 5.546 unit bangunan atau 1,8 persen wajib IMB yang memiliki IMB. Akibatnya sebagian besar bangunan perseorangan di Kebumen belum pendirianya belum dilindungi dengan IMB.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kebumen, Hery Setyanto , Senin (2/7/2018) menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya pemilik bangunan mengajukan IBM karena ketidaktahuan mereka. IMB dianggap belum dibutuhkan untuk syarat administrasi tertentu seperti syarat izin usaha. Kurangnya sosialisasi tentang IMB juga menjadi kendala.

“Salah satu upaya untuk memudahkan permohonan IMB melalui pelayanan permohonan online,“ kata Heri Setyanto yang didampingi Kepala Bagian Humas Pemkab Kebumen Sukamto.

Baca Juga :  Jelajahi Museum Tengah Malam, Buat Apa ?

Menurut Heri, upaya jangka pendek untuk meningkatkan jumlah minat membuat IMB melalui layanan konsultasi dan penerbitan IMB. Layanan baru itu rencana akan diluncurkan Rabu (4/7/2018).

Layanan gratis meliputi konsultasi dan pendampingan serta fasilitasi gambar teknis IMB. Pelayanan ini hanya diberikan bagi bangunan milik perseorangan dengan luas bangunan sampai 200 meter persegi, tempat usaha luas dasar bangunan sampai dengan 200 meter persegi, tempat ibadah sampai dengan 500 meter persegi serta bangunan untuk kepentingan publik dengan luas dasar bangunan sampai dengan 25 meter persegi.

Menurut Heri Setyanto, sebenarnya ada sanksi administrasi sampai dengan pembongkaran bagi bangunan yang belum memiliki IMB. Sanksi pidana diberikan sesuai Perda Nomor 26 tahun 2012 Tentang IMB. Sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.
“Menjadi kewenangan Satpol PP Kebumen, sebagai penegak perda untuk menerapkan sanksi itu, “ kata Heri Setyanto.(yve)

Baca Juga :  Ayu Ting-Ting Datang Langsung Foto Bersama