Kesan Pameran Kesejarahan yang Tidak Nyambung

647
Suasana pengunjung Pameran Kesejarahan tahun 2017 di Gedung Pertemuan Sekda Kebumen Jumat (22/09/2017) siang. (nanang w hartono/koranbernas.id).

KORANBERNAS.ID—Selembar banner berukuran 2 meter  x  2 meter yang dipasang di pintu keluar Pameran Kesejarahan Jateng 2017, mungkin bisa jadi bukti petunjuk sebagian  generasi muda sekarang kurang berminat belajar dengan sejarah bangsanya  sendiri.  Setidaknya itu, yang terlihat dari kesan dan pesan pengunjung pameran yang diselenggarakan  Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan  Jateng,  di Kebumen, sejak Rabu (20/09/2017) dan akan berakhir Minggu (24/09/2017).

Sebagian besar  kesan dan pesan  yang ditulis di secarik kertas yang ditempel  pengunjung , tidak nyambung dengan kegiatan  pameran yang diikuti 20 museum di Indonesia.  Mereka umumnya menulis asal sekolah, kelas. Malahan  ada yang  menulis  judul lagu. Tidak ada kesan dan pesan yang memberi masukan kepada peserta dan penyelenggara  pameran tahunan ini. Kesan yang sedikit nyambung “Pamerannya   Tidak Keren”.

Baca Juga :  Tidak Ada Pembeli Togel Bisa Kaya

Kesan dan pesan yang sedikit nyambung terlihat di beberapa buku tamu. Namun, kesan mereka rata-rata cukup singkat. Dari kata, bagus,    keren, dan sejenisnya. Sangat jarang kesan yang panjang. Boleh jadi, mereka canggung untuk menorehkan kesan dan berekspresi.  Kesan yang berkaitan dengan tema pameran “Pahlawanku Idolaku“  nyaris  tidak nampak  dalam 3 hari terakhir ini.

Kebebasan bereksepresi di ruang pameran kesejarahan, yang tidak  nyambung  dengan tema dan maksud pameran, menurut salah seorang pengelola stand pameran  Sigit Tri Wibowo, tidak bisa serta merta disalahkan kepada generasi muda,  pengunjung pameran.

Boleh jadi, anak-anak muda yang berkunjung ke lokasi pameran, bukan tidak peduli dengan sejarah, namun bagaimana membuat sejarah menjadi mudah dipahami dan terasa relevansinya serta signifikansinya  dengan kehidupan  anak muda .

Baca Juga :  BeragamFestival Bakal Meriahkan Gombong

“Itu tanggapan  saya mengapa tidak nyambung, bahkan terkesan banyak yang nyleneh,“ kata Kepala Roemah Martha Tilaar Gombong di sela-sela melayani pengunjung pameran, kepada koranbernas.id, Jumat (22/09/2017).

Antusias pengunjung pameran di Kebumen  menurut  Sertu  Pujiono, petugas stand Museum  Mandala  Bhakti Kodam  IV Diponegara masih  kurang dibanding antusias pengunjung ketika pameran serupa di Tegal tahun 2016. (SM)