Kesenian Antup yang Nyaris Punah

308
ISTIMEWA DI AMBANG PUNAH—Sejumlah seniman sedang memainkan drama Tari Antup, kesenian tradisional yang yang hanya dimiliki masyarakat Janturan, Tirtoadi, Mlati.

Drama tari Antup, kesenian tradisional yang muncul dan berkembang pada tahun 1935 dan hanya dimiliki masyarakat Dusun Janturan, Tirtoadi, Mlati saat ini di ambang kepunahan.

Pagelaran maupun seniman untuk drama Tari Antup sudah sangat jarang ditemukan. Untuk mengangkat kembali kesenian drama tari Antup itu, Dinas Kebudayaan Sleman  melakukan revitalisasi kesenian tradisional itu pada Sabtu (29/7/2017) malam di halaman Balai Desa Tirtoadi Mlati.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH M.Hum, drama tari Antup itu  dipentaskan kembali supaya bisa ditonton dan dinikmati masyarakat luas. Melalui pementasan itu diharapkan bisa sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat agar mulai mengenal dan pada akhirnya tertarik untuk mengembangkan dan melestarikan kembali kegiatan seni budaya yang ada di dalam masyarakat.

Baca Juga :  Budi Pekerti Pondasi Generasi Milenial

Dijelaskan Aji, gerakan dalam drama tari Antup merupakan gerak improvisasi yang disesuaikan, sehingga gerak yang dihasilkan bersifat sederhana sesuai dengan ciri-ciri tarian rakyat. Iringan musik yang digunakan pada awalnya berupa bilahan bambu yang nadanya disesuaikan dengan gamelan slendro dengan lagu Kecik-kecik.

Adapun, pemain keseluruhan laki-laki, dan untuk tokoh wanita juga diperankan oleh laki-laki. Kostum pemain drama tari Antup berbentuk sederhana dan tutup kepala dengan menggunakan daun nangka. Namun dalam perkembangannya pementasan drama Tari Antup menggunakan iringan dengan perpaduan dengan gamelan dan kostumnya menyesuaikan.

Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun M.Kes memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Kebudayaan dan Desa Tirtoadi yang telah berusaha menghidupkan kembali drama Tari Antup.

Baca Juga :  Kenali Bahaya Komunis Lewat Nobar G30S PKI

“Ini merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap kesenian tradisional. Namun perkembangan kesenian tradisional di masa sekarang dan masa yang akan datang bukan hanya tugas pemerintah dan seniman tapi merupakan  kewajiban semua masyarakat untuk ikut terlibat,” katanya.

Kegiatan pentas revitalisasi ini merupakan upaya strategis untuk nguri-uri dan melestarikan kesenian dan budaya warisan dari nenek moyang. Pemerintah Kabupaten Sleman akan mendukung dan memberikan fasiltasi sehingga pementasan kesenian tradisonal dapat berjalan sehingga dapat menjadi tontonan dan tuntunan untuk mewujudkan masyarakat Sleman yang berbudaya. (sm)