Ketahanan Keluarga Harus Dibangun Demi Bangsa

248
Anggota DPR RI, H Sukamta menjadi pembicara dalam acara wisuda orang tua Ar Raihan Angkatan 1 di Bantul, Minggu (29/04/2018). (Sari Wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID--Anggota DPR RI dari Komisi III, Dr H Sukamta mengatakan segala persoalan yang terjadi di bangsa ini bisa diatasi melalui pendekatan keluarga. Misal soal tawuran, narkoba, LGBT, pornografi dan segala dampaknya serta persoalan lain yang banyak terjadi di tengah masyarakat.

Dengan keluarga yang kuat, tangguh dan pondasi agama serta iman yang baik, maka seorang anak akan menjelma  jadi pribadi yang tangguh  dan  tidak terlibat hal negatif yang bisa berimbas pada kondisi bangsa.

“Menyadari hal tersebut, maka kami saat ini sedang mempersiapkan UU Ketahanan Keluarga. Target tahun 2018 masuk Prolegnas,”kata H Sukamta kepada koranbernas.id usai menjadi pembicara dalam seminar bertema “Bersama Keluarga Masuk Surga” bersamaan dengan wisuda orang tua Ar Raihan Angkatan 1 di Gedung SMM Bugisan, Kasihan, Bantul Minggu (29/04/2018).

Politisi PKS ini menilai, keluarga itu pondasi pertama untuk membangun sebuah bangsa, sehingga perlu adanya penguatan. Adapun dalam UU tersebut banyak hal penting  yang bisa mendukung sebuah keluarga menjadi tangguh dan negara berperan di dalamnya.

Baca Juga :  Gus Tur Lapor Dugaan Kecurangan Carik

Misal, bagaimana mengatur cuti orang tua baik ayah ataupun ibu, karena zaman sekarang banyak  keluarga yang suami istri bekerja semua. Bagaimana menciptakan generasi sehat dengan memenuhi hak anak mendapat Asi eksklusif selama enam bulan, ASI hingga usia 2 tahun dan bagaimana daya dukungnya. Misal penyediaan ruang laktasi di area publik dan tempat kerja  dan hak cuti bagi seorang ibu.

“Itu hanya diantaranya saja, namun nanti banyak hal yang diatur di alam UU tersebut. Kami mendukung dan secara informal kami ngobrol dengan fraksi lain dan mereka juga mendukung. Karena kami semua menyadari keluarga yang tangguh menjadi beteng dari segala persoalan,” katanya.

Sementara Umi Trianawati  Nunung Bintari dari bidang SDM Badan Penasehat Harian (BPH) Yayasan Ar Raihan Bantul selaku panitia mengatakan jumlah yang wisuda sebanyak 429  pasang orang tua dari TP, KB, RA, SDIT dan SMPIT Ar raihan.

Baca Juga :  Mereka Terpanggil Ringankan Beban Korban Bencana

“Mereka adalah wisudawan pertama di kelas orang tua Ar Raihan. Mereka  dari orang tua yang   anaknya di sekolah awal,” kata Umi Nunung.

Lama  sekolah orang tua Ar Raihan adalah setahun sebelum wisuda, dengan pertemuan sebulan sekali dan setiap bulan ada tugas yang kemudian harus dikerjakan oleh orang tua.

Kelas  orang tua ini berisi materi pengasuhan. Diantaranya bagaimana orang tua turut mendidik aqidah anak, kita-kiat mendampingi minat dan bakat anak, mendidik anak mencintai ilmu dan senang belajar, mendidik anak mencintai Alquran sejak dini serta bagaimana tantangan orang tua menghadapi era digital.

“Jadi orang tua itu berperan di dalam pendidikan anak dan  kita adalah mitra. Karena mendidik anak di zaman now berbeda dengan cara mendidik anak di zaman old,”katanya.

Sehingga pendidikan itu menjadi kewajiban bersama, bukan hanya sekolah. Orang tua juga tidak boleh lepas tangan terhadap pembentukan karakter dan pendidikan bagi  putra/putrinya. (SM)