Ketakutan, Lansia Ini Bersembunyi di Pojok Ruangan

176
Lansia belajar simulasi gempa di sekolah lansia yang digelar di Klinik Naura Husada, Karangtalun, Imogiri, Senin (13/08/2018). (Sari Wijaya/koran bernas.id)

KORANBERNAS.ID–Gempa melanda wilayah Imogiri dengan kekuatan 7 Skala Richter (SR). Selanjutnya para perempuan lanjut usia (lansia) yang sedang mengikuti kelas siaga bencana di Klinik Naura Husada Karangtalun segera menyelamatkan diri.

Ada yang sigap bersembunyi di bawah meja klinik. Ada pula yang memilih di bawah kursi. Bahkan ada yang bersembunyi di pojok ruangan. Semua tiarap sembari melindungi kepala.

Setelah gempa berakhir, para lansia tersebut bergegas kumpul di ruang terbuka yang relatif tidak ada bangunan apapun. Selanjutnya para lansia yang selamat memberikan pertolongan kepada kawan mereka yang terkena dampak gempa seperti kepala luka maupun tangan patah. Semua selamat dan tertangani. Kemudian mereka bisa juga menolong orang  lain dari musibah tersebut.

Demikian simulasi yang diikuti para lansia dalam sekolah tanggap bencana yang digelar Senin (13/08/2018) siang. Kegiatan tersebut digelar oleh LSM Indonesia Ramah Lansia (IRL) bekerjasama dengan Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo).

Suwarni (63 tahun) warga Girirejo Imogiri  mengatakan banyak manfaat dari pelatihan tersebut.

“Kita tidak pernah berharap ada gempa. Namun sewantu-waktu ada gempa, kita tahu langkah untuk bisa menyelamatkan diri. Selain tentunya  bisa menolong keluarga atau orang lain,” katanya.

Dwi Endah MPH Direktur IRL mengatakan sekolah lansia sudah berjalan sepuluh bulan terakhir dengan jumlah siswa 232 orang se Kecamatan Imogiri.

“Sekolah ini masuk sebulan sekali dan materinya berganti-ganti. Untuk kelasnya sendiri dibagi beberapa kelompok disesuaikan dengan wilayah masing-masing,”kata Endah.

Untuk bulan ini materinya adalah mitigasi bencana dengan harapan para lansia mampu menyikapi ketika ada bencana yang tidak diharapkan terjadi. Sehingga mereka menjadi Lansia yang mandiri,sehat dan produktif. (SM)