Ketua Panwas Banyumas Meninggal Dunia Saat Bertugas

450

KORANBERNAS.ID — Ketua Panwaslu Banyumas, M Tohir Ashidiqi, meninggal dunia Selasa (06/02/2018) sekitar pukul 07:30 di kediaman orangtuanya, Dusun Kretek Desa Lerep RT 09/08 Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, menjelang berangkat menjalankan tugas ke Kota Semarang.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekretariat Panwaslu Banyumas, Suharsono, kronologis kejadiannya pada 5 Februari 2018, M Tohir Asidhiqi dan Suharsono berangkat ke Semarang dalam rangka menghadiri undangan Forkopimda, sedangkan Suharsono ke Bawaslu untuk kepentingan administrasi kantor.

M Tohir Asidhiqi tidak pulang ke Banyumas karena akan menghadiri undangan di Polda pada 6 Februari 2018 dan memutuskan menginap di rumah keluarga (orang tua) di Ungaran, sementara Suharsono setelah dari Bawaslu pulang ke Banyumas naik kereta api.

Selanjutnya, Selasa pukul 07:15, Ketua Panwas Banyumas melakukan persiapan menuju Polda dari Ungaran dan sopir (Hanif) sudah memanaskan mobil.

Sekitar pukul 07:30 saat sopir mau menemui Ketua Panwas, tampak sudah jatuh tersungkur di rumahnya, kemudian dibawa ke RS Genuk Semarang dan dinyatakan meninggal dunia. Dugaan sementara  M Tohir Asidhiqi meninggal dunia karena serangan jantung.

Jenazah Ketua Pengawas Pemilu itu Selasa sore dimakamkan di Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Turut memberikan penghormatan terakhir perwakilan Panwaslu Kabupaten/Kota seluruh Jawa Tengah.

Adik ipar almarhum, Arifin (41), mengatakan pagi setelah sarapan dia kemudian berangkat mengajar di MTs Kalirejo. Sekitar pukul 07:30 saat berada di sekolah dia menerima kabar kakaknya meninggal dunia.

Baca Juga :  Jadikan Standardisasi Gerakan Nasional
Almarhum  berfoto bersama mantan Ketua Panwas Banyumas, Tri Wuryaningsih dalam sebuah acara pengawasan. (istimewa).

Mengeluh sakit

Dia menuturkan, Senin (05/02/2018) malam, Tohir sempat mengeluhkan sakit asam urat kaki kanannya. Kemudian, sempat mengajak sopirnya mencari jamu. “Tadi malam cuma ngeluh sakit asam urat dan sempat mencari jamu,” kata Arifin.

Turut hadir melayat antara lain Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono maupun perwakilan Panwas Kabupaten/Kota se-Jateng.

Ketua Bawaslu Jateng Fajar Saka menyampaikan, Bawaslu RI turut berduka cita. “Kami merasa kehilangan. Almarhum ini orangnya energik, selalu melaporkan hasil pengawasannya sesuai tahapan yang ada,” katanya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, Polda Jateng mengundang Gakumdu tingkat kabupaten/kota, terdiri dari Panwaslu kabupaten/kota, Kejaksaan, penyidik dari Polda dan Polri, dalam rangka sosialisasi UU Pemilihan Umum.

Selain itu, juga untuk mendiskusikan proses tahapan Pemilihan Kepala Daerah, yaitu Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Bupati/Walikota di tujuh daerah di Jateng, sekaligus melakukan FGD terkait pelaksanaan tugas Satgas Gakumdu nantinya.

“Almarhum Muh Tohir Asidiqi ini, salah satu yang kita undang. Namun sebelum berangkat, beliau meninggalkan kita semua dipanggil Allah SWT. Saya atas nama Polda Jawa Tengah, menyampaikan berduka cita yang mendalam, semoga almarhum mendapat tempat di sisi Allah SWT, diampuni dosa-dosanya. Insya Allah khusnul khatimah,” kata Condro di rumah duka.

Condro mengatakan dirinya memperoleh kabar meninggalnya Muh Tohir Asidiqi pagi hari. Pihaknya kemudian meminta peserta sosialisasi UU Pemilu maupun FGD mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga :  Jatim Tertarik Pelajari Perda Trantib DIY

“Saya pagi sudah mendapat kabar, tadi seluruh peserta sosialisasi dan peserta rapat, kita minta untuk berdiri menundukkan kepala seraya mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Jenazah Tohir dimakamkan pukul 17:00 di pemakaman umum dusun setempat. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua putra.

“Kami sangat kehilangan, sekalipun beliau tinggalnya di Banyumas saat kembali di sini selalu mengajak saya ngobrol. Baik menanyakan perkembangan remaja, pengajian maupun pembangunan di Desa Lerep. Almarhum ini dulu Ketua PAC GP Ansor Ungaran,” kata Sumaryadi, Kepala Desa Lerep saat menyampaikan sambutan jelang pemberangkatan jenazah.

Proses pemakaman almarhum. (istimewa)

Sosok sahabat

Sehari sebelumnya berdasarkan keterangan rekan-rekan Panwaslu se-Jateng, seharian mereka bersama almarhum masih berdiskusi soal pilkada, tren pelanggaran dan strategi penindakan pelanggaran.

“Selamat jalan sahabatku, Kang Muh Tohir Ashidiqi. Kami akan mengenangmu sebagai Pejuang Demokrasi. Sosok sahabat dan teman sejati,” kata Muhammad Amin, Ketua Panwaslu Kota Semarang yang melayat.

“Semasa saya menjadi Ketua Panwaslu Kabupate Banyumas tahun 2009, almarhum adalah Ketua Panwascam Lumbir. Saya salah satu orang yang merasa sangat kehilangan. Almarhum adalah salah satu ketua Panwas terbaik yang kami miliki, pintar, kreatif dan tegas. Selamat jalan mas Tohir, semoga khusnul khatimah, mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin, ” kata Tri Wuryaningsih,  mantan Ketua Panwas Banyumas tahun 2009 secara terpisah. (sol)