Khitanan Massal, Ingat Pohon Jambu

350
Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes secara simbolis menyerahkn uang saku serta perlengkapan kepada peserta khitan dalam Bakti Sosial Khitan Massal bertempat di Puskesmas Mlati II, Pedukuhan Cabakan, Kecamatan Mlati Sleman, Senin (30/04/2018). (nila jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Dalam memperingati hari Jadi Sleman ke-102 Tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Sleman Bekerjasama dengan Puskesmas Melati II, Kementrian Agama Kabupaten Sleman, dan BAZNAS adakan Bakti Sosial Khitan Massal bertempat di Puskesmas Mlati II, Pedukuhan Cabakan, Kecamatan Mlati Sleman, Senin (30/04/2018).

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis uang saku serta perlengkapan kepada peserta khitan dan penyerahan bibit pohon jambu sebagai pengingat moment khitanan massal oleh peserta.

Kepala Koordinator Pelaksanaan Khitan Massal Puskesmas Mlati II, dr Evita Setia Ningrum mengatakan Khitan massal kali ini diikuti oleh 103 peserta anak yang berumur kisaran 12 tahun kebawah. Khitan massal tersebut ditangani oleh 20 orang tenaga medis yang terdiri dari PPNI Cabang Sleman, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sleman, dan petugas dari beberapa Puskesmas yang ada di Kabupaten Sleman. Kemudian ada tiga kamar medis dengan fasilitas 10 bed untuk pelaksanaan khitan.

“Awalnya sesuai dengan hari jadi Sleman 102, jadi kami targetkan 102 peserta, namun ada penambahan 1 orang, jadi 102 orang plus 1 orang,” kata Evita.

Selain mendapatkan khitan gratis Evita mengatakan peserta juga diberikan obat gratis, baju koko, sarung, peci dan uang saku. Tiga hari setelah dikhitan peserta juga mendapatkan kontrol gratis yang bisa peserta dapatkan di tempat – tempat pelayanan kesehatan sekitar tempat tinggal masing – masing.

Dalam pelaksanaannya Evita menyampaikan khitanan massal tersebut berjalan lancar tanpa ada suatu kendala apaun.

“Semua anak bisa ditangani tidak ada kendala karena kami sudah data jauh hari, sehingga persiapan lebih maksimal,” kata Evita.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes menyampaikan melalui khitanan massal tersebut diharapkan anak – anak peserta khitan bisa menjadi agen motivator bagi yang lain sehingga tidak ada yang takut untuk mengikuti khitanan.

Ia berharap semua anak yang dikhitan bisa sembuh dengan baik, tidak mengalami komplikasi apapun karena sudah sesuai prosedur kesehatan dan ditangani oleh tenaga medis yang profesional.
“Sekarang khitan tidak perlu ditempat lain, di puskesmas pun bisa dan tidak sakit karena ditangani oleh tenaga medis yang profesional,” kata Sri Muslimatun. (yve)