Ki Seno Sempat Bilang Waduh

Songsong Proklamasi 17 Agustus, DPRD DIY Gelar Wayang Kulit

863
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengangkat wayang Werkudara saat konferensi pers di DPRD DIY, Senin (23/07/2018) jelang pergelaran wayang kulit Ki Seno Nugroho pada Rabu 25 Juli 2018. (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID – DPRD DIY akan mengadakan pergelaran wayang kulit semalam suntuk, Rabu (25/07/2018). Dan untuk kedua kalinya, Sekretariat DPRD DIY mengundang dalang kondang Ki Seno Nugroho.

Berbeda dengan penampilan dia sebelumnya di DPRD DIY pada Rabu (27/12/2017) tahun lalu membawakan lakon Banjaran Bima, kali ini dalang kondang yang punya banyak penggemar itu diminta membawakan lakon Duryudana Gugur.

Bagi dalang pada umumnya, lakon tersebut tergolong berat. Selain itu, juga bisa dibilang sakral dan sangat pakem.  Setidaknya, Ki Seno Nugroho pun sempat menyatakan dirinya sedikit agak keberatan meskipun kemudian yang bersangkutan sanggup mementaskannya di halaman gedung DPRD DIY.

“Waktu saya sowan untuk meminta pentas di DPRD DIY, Pak Seno spontan bilang waduh. Saya tanya kenapa, padahal bayarannya tinggi. Ternyata lakon pilihan Pak Eko (Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto) itu lakon yang sakral dan pakem,” ungkap, Budi Nugroho, Kepala Bagian Humas Sekretariat DPRD DIY.

Dalam konferensi pers di Ruang Banleg DPRD DIY, Senin (23/07/2018), Budi Nugroho berharap pementasan Rabu malam nantinya  dapat berjalan lancar.

Tahun lalu tepatnya Jumat (15/12/2017) saat digelar wayang kulit semalam suntuk di Lobi Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro, bersamaan dengan terjadinya gempa bumi.

Waktu itu, Ki Dalang Edi Suwondo dari Sleman yang membawakan lakon Dewa Ruci sempat menghentikan pertunjukannya karena penonton dan sebagian pengrawitnya bubar menyelematkan diri.

Kemudian, sewaktu Ki Seno Nugroho tampil di halaman DPRD DIY, hujan turun sangat deras. “Luar biasa. Ki Seno bersedia tampil lagi di DPRD DIY,” kata Budi Nugroho.

Didampingi Budi Nugroho, Eko Suwanto menyampaikan penjelasan persiapan pergelaran wayang kulit. (sholihul hadi/koranbernas.id)

Sedangkan Eko Suwanto menyampaikan, lakon Duryudana Gugur merupakan representasi sikap kepahlawanan dari tokoh Werkudara atau Sang Bima yang bisa diteruskan kepada generasi milenial.

“Werkudara memiliki watak berani, jujur, kuat, sekaligus patuh dan tabah. Ini salah satu tokoh wayang disukai Bung Karno,” ungkapnya.

Menurut anggota Fraksi PDIP DPRD DIY dapil Kota Yogyakarta itu, pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugroho ini terbuka untuk masyarakat umum.

“Acara mulai pukul 20:00. Duryudana Gugur ini adalah lanjutan dari lakon Dewa Ruci dan Banjaran Bima,” terangnya.

Yang jelas, pilihan lakon tersebut sangat tepat apalagi menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI. “Melalui pergelaran wayang kulit mari kita gelorakan semangat ke-Indonesia-an kita,” ajaknya.

Sekretariat DPRD DIY sudah mengirimkan undangan kepada Forkominda, camat serta lurah khususnya di wilayah Kota Yogyakarta. Selain wayang, dijadwalkan DPRD DIY juga berencana menggelar ketoprak. (sol)