KIS Potensi Serap 10.000 Tenaga Kerja

199
Kulon Progo bersiap memiliki Kawasan Industri Sentolo (KIS) yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. (istimewa)

KORANBERNAS.ID – Investasi di Kulon Progo merupakan salah cara dalam membuka lapangan kerja di Kulon Progo. Sehingga Pemkab Kulon Progo berupaya menarik investor menanamkan modal di Kulon Progo. Kawasan industri diharapkan menjadi salah satu cara menarik investor.
Kepala Seksi Fasilitas dan Pengembangan Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kulon Progo, Saryanto, mengatakan, selain membangun kawasan industri, Pemkab juga memiliki program penyederhanaan tahapan pengajuan izin investasi. Diharapkan, program ini membantu investor lebih mudah menanamkan modalnya dalam beragam usaha di Kulon Progo.
Untuk mendukung percepatan masuknya investasi, Pemkab sudah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Perizinan. Satgas tersebut bertugas membentuk layanan pengaduan dan informasi, menginventarisasi seluruh perizinan yang jadi kewenangan kabupaten maupun perizinan dari kementerian atau lembaga lain.
“Semua data yang telah berhasil diinventarisasi kemudian diidentifikasi berdasarkan kewenangan dan skala prioritas. Untuk kemudian menyederhanakan proses perizinan, mengusulkan perubahan peraturan, hingga memberi teguran atau sanksi kepada pejabat yang menyalahi aturan pelayanan,” terangnya.
Kawasan Industri Sentolo (KIS) diperkirakan menyerap potensi tenaga kerja sebanyak 10.000 orang. Dengan catatan, pabrik yang berdiri di kawasan tersebut mampu menyerap sekitar 1.000 hingga 1.500 orang tenaga kerja per satu unit pabrik yang beroperasi.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo, Dewantoro menjelaskan, jumlah potensi tersebut muncul dari hasil studi kelayakan. Dihitung dari luasan kawasan berbanding potensi unit industri yang akan berdiri, minimal ada 10 unit pabrik berdiri. Saat ini, baru ada sebuah pabrik traktor dan alat pertanian yang menyerap sekitar 1.500 orang tenaga kerja.
“Perusahaan traktor tersebut sebetulnya potensinya mencapai lebih dari 4.000 tenaga kerja. Kalau industri lain yang sudah berdiri ada briket, hanya menyerap 25 orang pekerja,” tuturnya, Jumat (4/5/2018) siang, kepada Koran Bernas.
Dikatakan, jumlah potensi tenaga kerja bisa lebih besar lagi, bila mengingat di KIS bisa terbangun sekitar 40 unit industri. Masing-masing perusahaan membangun pabrik dengan estimasi luas lahan 3.000 meter persegi hingga 5.000 meter persegi. Nantinya di dalam KIS, bukan hanya ada bangunan industri melainkan Ruang Terbuka Hijau (RTH), fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Pemkab membuka kesempatan besar bagi para investor membuka pabrik mereka di kawasan tersebut. Hanya memang, salah satu kendala yang hingga kini belum terpecahkan adalah perihal tingginya harga lahan di Sentolo.
“Kami hanya bisa mengimbau warga pemilik tanah untuk bisa membantu pemerintah, tidak menjual tanah terlalu tinggi agar investor bisa masuk. Kami tidak dapat berbuat banyak, karena harga tanah itu menyangkut mekanisme pasar,” imbuhnya.
Kehadiran pabrik atau industri di sana, sesungguhnya bisa memberikan efek domino terhadap perekonomian dan kesejahteraan warga sekitar. Baik itu menstimulasi tumbuhnya usaha indekos, katering, hingga binatu. (ros)