Eksotisme Barcelona Ala Indonesian Sweetheart

925
Pemain film 'One Fine Day' di Gala Premiere di JCM, Rabu (04/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Satu lagi film baru dikeluarkan Screenplay Films pada tahun ini. Setelah sukses dengan Jailangkung beberapa waktu lalu, kali ini film berjudul ‘One Fine Day’ serentak akan diputar di seluruh bioskop tanah air pada 12 Oktober.

Berbeda dari Jailangkung yang mengusung horor, ‘One Fine Day’ merupakan film bergenre drama romance yang dibintangi sejumlah artis muda yang tengah naik daun seperti Jefri Nichol, Maxim Boutier serta si Indonesian sweetheart Michelle Ziudith. Surya Saputra serta Ibnu Jamil dan Dimas Andrean ikut meramaikan film besutan sutradara Asep Kusnidar ini.

Film yang berjudul sama dengan karya Hollywood yang diperankan Michelle Pfeiffer dan George Clooney ini 80 persen mengambil setting di salah satu kota terindah di dunia, Barcelona, Spanyol. Berperan sebagai Alana yang sudah tinggal lama di Spanyol, Michelle merasa antusias membintangi film tersebut.

“Saya banyak belajar tentang kultur dan bahasa, bahkan belajar salsa di selama syuting di barcelona selama dua mingguan,” ungkap Michelle dalam Gala Premiere di Jogja City Mall (JCM) Rabu (4/10/2017) yang dipadati ratusan penggemar.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Terbakar Secara Misterius

Film berdurasi 117 menit ini bercerita tentang pertemuan tidak terduga antara Mahesa (Jefri Nichol) dan Alana (Michelle Ziudith) di Barcelona. Keduanya menjadi akrab dan menemukan kecocokan. Namun, keakraban ini mengganggu kekasih Alana, Danu (Maxime Bouttier) yang selalu memberikan perhatian istimewa kepada Alana dengan barang-barang mewah melakukan intervensi bahkan menggunakan kekerasan.

Danu juga mengungkapkan rahasia gelap Mahesa yang membuat Alana kecewa. Drama terjadi antar ketiganya untuk mendapatkan cinta Alana.

Michelle berperan cukup berbeda di film ini dibandingkan film-film dia sebelumnya seperti ‘London Love Story 1 dan 2’ serta ILY from 38.000 Feet. Sebagai gadis Spanyol yang eksotis, Michelle harus tampil lebih dewasa dengan kulit coklat.

Peran Michelle Ziudith di film One Fine Day dipastikan be‎rbeda dari film-film sebelumnya. Meskipun masih berkisah tentang cerita percintaan, namun Michelle dituntut tampil lebih dewasa. Bahkan, ada satu adegan Michelle yang dinilai cukup berani untuk dilakukannya.

Baca Juga :  Widodomartani Desa Mandiri Gemar Membaca Pertama di DIY
Michelle Ziudith menyampaikan film One Fine Day di JCM, Rabu (04/10/2017). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Jefri mengungkapkan, film tersebut tak sekedar bercerita tentang romantisme berlatar belakang landscape Barcelona. Ada pesan yang ingin disampaikan bahwa kehidupan bisa berubah, baik itu buruk ataupun sebaliknya, dan bagaimana manusia bisa menghadapinya dengan bijak.

“Siap atau tidak, perubahan pasti terjadi. Ini yang harus disikapi dengan baik,” tandasnya.

Michel Khatwani line producer Screenplay Films mengungkapkan, gala premiere kali pertama sengaja digelar di Yogyakarta. Dari pengalaman sebelumnya, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang paling banyak merespon berbagai film Screenplay.

“Yogya memiliki penonton film yang cukup banyak dan berpemikiran terbuka akan sebuah karya. Karenanya kami menggelar meet and greet juga untuk menciptakan harmoni antara penggemar film dan pembuatnya dan tentunya dengan para aktor film tersebut,” imbuhnya.(yve)