Kisah Mbah Waginah Sang Pemburu Air

299
Mbah Waginah berjalan kaki sambil menggendong jerigen berisi air. (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Langkah kaki rentanya yang tidak mengenakan alas terlihat kuat menapaki jalan cor blok Dusun Sambikerep Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Bantul, Rabu (27/09/2017).  Jalan yang kadang menanjak ataupun menurun, berkelok dan harus melewati rimbun pohon-pohon besar, tidak menyurutkan tekatnya bekerja. Satu jerigen air yang digendong mengunakan selendang warna biru itu, tidak membuatnya menyerah. Dia melangkah dan terus melangkah.

Itulah Mbah Waginah (60) seorang dari ratusan warga di Dusun Sambikerep Desa Bangunjiwo yang harus berjalan berkilo-kilometer untuk memperoleh air bersih. Kegiatan berburu air terpaksa dilakukan karena sumur mereka sudah tidak ada air yang bisa dimanfaatkan.

Nggih kula niku remen menawi angsal bantuan. Sampun pinten-pinten ndinten kudu pados toya tebih (ya saya itu senang sekali kalau dapat bantuan. Sudah berhari-hari harus cari air dan jauh -red),” kata Mbah Waginah kepada koranbernas.id yang menghadang langkahnya di jalanan Sambikerep.

Air yang diperoleh itu akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mulai masak, mencuci dan mandi. Apa yang dialami Mbah Waginah tersebut dinyatakan benar oleh Dukuh Sambikerep, Longgar, ataupun Lurah Bangunjiwo, Pardja ST.

Menurut Longgar,  air memang sulit beberapa hari belakangan ini. “Ada mata air memang cukup jauh, kalau ambil harus berjalan ke sana ada satu kilometer bahkan lebih,” katanya. Sementara aliran air PDAM juga tidak lancar dan tidak mencukupi di wilayah tersebut.

Sedangkan Pardja mengatakan selain Sambikerep, pedusunan lain  juga mengalami kurang air yaitu Dusun Salakan dan Dusun Petung. Total sekitar 150 kepala keluarga (KK) yang butuh air.

Alhamdulillah  ada bantuan  droping seperti dari BPBD DIY maupun BPBD Bantul,” katanya. Kendati demikian, pihaknya tetap berharap ada droping lagi karena memang air menjadi kebutuhan yang mendesak bagi warga setempat.

Walaupun  Hujan mengguyur wilayah Bantul beberapa hari terakhir, termasuk Rabu (27/09/2017) ini, namun belum berdampak signifikan terhadap ketersediaan air di sumur warga. (sol)