Kisah Para Pelukis Api dari Dlingo

283
Ilul si pelukis api menunjukkan karyanya di home stay Sabara, Mangunan Dlingo, Rabu (08/08/2018). (sari wijaya/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Tangan  Fahlul Mukti (40) atau akrab di sapa Ilul bersama dua orang tetangganya asyik menggerindra kayu hingga halus dan berbentuk bulatan, ada yang kotak, oval dan bentuk lainnya.

Setelah itu, di atas kayu dibuat sket menggunakan pensil untuk berbagai gambar pemandangan, cerita Jawa serta potreit wajah.

Sket  tersebut kemudian dilukis menggunakan alat lukis berujung tembaga (pen burner) yang dicolok ke aliran listrik. Tampaklah bara hitam kecokelatan tergores di atas kayu mahoni yang telah disket sebelumnya.

Ilul berkisah, awalnya dia memiliki usaha gambar tatto di Jalan Imogiri Timur. Pernah juga bekerja di Jakarta enam bulan.

“Saya kemudian memilih menekuni seni lukis api sejak setahun silam di sini,” kata Ilul kepada wartawan dalam acara Dinamika Desa yang digelar Kantor Kominfo Bantul di workshop Home Stay Sahara Desa Wisata Kaki Langit Manggunan Dlingo, Rabu (08/08/2018).

Baca Juga :  Jangkar Bejo Kawal Pemenangan Capres Jokowi 2019
Lukisan potret wajah karya pelukis api. (sari wijaya/koranbernas.id)

Untuk keperluan melukis api itu, dirinya membuat sendiri alat lukisnya menggunakan jenis kawat nikel dan nikerum maupun stainless karena mudah panas. Nikel untuk membuat garis di lukisan, sedangkan nikrum dan stainless untuk shadowing lukisan.

Ternyata respons masyarakat termasuk wisatawan terhadap karya lukis api luar biasa. Bahkan lukisan milik Ilul acak kali dibeli oleh mereka yang menginap ataupun sekadar ingin berwisata menikmati alam desa dan berbagai obyek menarik di Kaki langit.

Ilul membanderol karyanya berupa lukisan mulai Rp 2,5 juta. Sedangkan potret wajah dipatok Rp 250.000. “Saya juga membuat property kafe maupun keperluan lain. Misalkan untuk  nomor meja di kafe saya jual Rp 50.000 dengan minimal pesanan 50 pieces. Ini juga responnya bagus,” kata Ilul.

Baca Juga :  Veteran Napak Tilas Kamar 291 Grand Inna Malioboro

Untuk memenuhi pesanan, Ilul memberdayakan perajin sekitar yang saat ini terekrut sepuluh orang.

“Dengan demikian, keberadaan sanggar lukis api ini memberikan manfaat bagi semua masyarakat yang ada di sini,” kata Ilul yang juga pemilik home stay Sahara tersebut. Ilul memilih jenis kayu mahoni karena banyak suplainya di pasaran. (sol)