Klaten, Daerah Agraris Tanpa Penjaga Pintu Air

102
Pos atau rumah dinas mantri pengairan di samping Bendungan Grenjeng yang menjadi gudang rosok. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID–Kabupaten Klaten sebagai daerah agraris dikenal sebagai penyangga pangan Jawa Tengah. Itu dikarenakan wilayah in memiliki lahan pertanian luas dan produksi padi melimpah. Anehnya, predikat sebagai daerah agraris tidak didukung oleh keberadaan petugas penjaga pintu air (PPA).

“Sebelum otonomi daerah keberadaan petugas penjaga pintu air benar-benar bagus. Tetapi sejak otonomi daerah sudah tidak ada. Yang ada cuna mantri pengairan,” kata Kasi Pemanfaatan dan Pemeliharasn Sumber Daya Air (SDA) Bidang SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Klaten, Darminto, Selasa (05/06/2018).

Ditambahkan, petugas penjaga pintu air pada zaman dulu berada di bawah mantri pengairan. Tugasnya, selain menjaga pintu air juga mengatur aliran air dan memelihara bendungan.

Baca Juga :  Nekat Garap Proyek, Kades Pulangkan Pekerja yang Membangun Tower
Bendungan Grenjeng di Kelurahan Mojayan tidak terawat dan tidak berfungsi. Pintu air hilang dan bendungan kotor. (Massal Gurusinga/koranbernas.id)

Namun sayang, sejak otonomi daerah keberadaan petugas penjaga pintu air sudah tidak ada. Dan mantri pengairanpun hanya ada 25 orang.

“Kecamatan Kemalang tidak ada mantri pengairan,” ujarnya.

Karena tugasnya yang strategis itulah, maka mantri pengairan zaman dulu memperoleh rumah dinas yang lokasinya berada di dekat bendungan. Sayangnya, meski mantri pengairan masih ada, rumah dinas atau pos kemantrian daerah irigasi tidak terawat karena tidak ditempati.

Seperti pos kemantrian daerah irigasi Grenjeng UPTD DPU Klaten Tengah di pinggir Jalan By Pass Kelurahan Mojayan Klaten Tengah. Saat ini pos atau rumah dinas mantri pengairan itu hanya menjadi tempat penitipan rosok.

Sedangkan pintu air yang ada di bendungan samping pos tersebut juga hilang sehingga bendungan itu tidak berfungsi sama sekali.

Baca Juga :  SD Negeri Ini Hanya Peroleh Tiga Murid Baru

Saat ini bendungan itu sangat kotor dan hanya dijadikan warga sebagai tempat memancing. (SM)