Komisi A DPRD DIY Resmi Ajukan Raperda TIK

77
Eko Suwanto (tengah) menyampaikan keterangan pers di DPRD DIY, Selasa (02/10/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Komisi A DPRD DIY mempersiapkan naskah akademik dan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Per tanggal 1 Oktober 2018 secara resmi saya sudah menandatangani surat dan disampaikan ke pimpinan DPRD agar ditindaklanjuti. Kita targetkan akhir 2018 ini Raperda Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi ini dapat disahkan dan dilaksanakan”, ujar Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Selasa (02/10/2018) saat jumpa pers di DPRD DIY.

Politisi muda PDI Perjuangan yang pada pemilu 2019 menjadi caleg DPRD DIY dapil Yogyakarta itu mengungkapkan, tujuan dibuatnya perda ini untuk memperkuat konsolidasi birokrasi.

Selain itu, juga untuk optimalisasi pelayanan publik, mendukung pelayanan bidang keamanan dan ketertiban umum serta mendukung manajemen penanggulangan bencana.

Baca Juga :  Ny Endah Berlari Jemput Hadiah Kulkas

Selain mengajukan raperda, Komisi A DPRD DIY juga bekerja keras memberikan dukungan anggaran ke Pemda DIY untuk membangun infrastruktur berupa jaringan fiber optik dan wireless serta 112 titik free wifi yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Sedangkan literasi medsos sejumlah 6 kegiatan tahun 2018,  dan 28 kegiatan tahun 2019 dengan sasaran 2800 generasi milenial.

“Kita targetkan tahun 2020 seluruh desa dan kelurahan se-DIY dapat dijangkau internet dengan fasilitas yang dibangun Pemda DIY yang didukung Pemda Kabupaten Kota serta partisipasi swasta,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY ini.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) DIY, Rony Primanto Hari, mengapresiasi Komisi A DPRD DIY memanfaatkan TIK untuk pelayanan publik.

“Pemanfaatan IT cukup besar,  tingkat penetrasi internet di DIY nomor dua setelah DKI.  Pemanfaatan lebih bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Ada lima stakeholeder utama yaitu pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha juga media,” kata Rony.

Baca Juga :  RRI Jogja Ujicoba Siaran Radio Visual

Pemda DIY sudah membuat dan mengembangkan aplikasi Jogja Istimewa yang dapat diinstal di playstore serta bisa diakses secara gratis.

Masyarakat bisa mendapatkan informasi lengkap seputar layanan Pemda DIY. Aplikasi itu bermanfaat bagi wisatawan karena memuat informasi lengkap berbagai tujuan wisata, kerajinan dan kuliner.

Dengan aplikasi itu bisa wisatawan menemukan petunjuk arah menuju lokasi. Semua yang disediakan diharapkan bisa mengoptimalkan pelayanan publik.

“Saya juga menggunakan aplikasi ini, mari masyarakat mencobanya dan kita bisa rasakan manfaatnya,” tambah Eko Suwanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan DIY. (sol)