KONI Kebumen Krisis Keuangan

215

KORANBERNAS.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kebumen saat ini mengalami krisis keuangan untuk membiayai pengiriman atlet ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  Jateng.

Kegiatan yang dijadwalkan Oktober 2018 itu membutuhkan  anggaran Rp 1,2 miliar, hingga sekarang baru ada  dana Rp 400 juta.

Kekosongan Ketua KONI Kebumen pasca-putusan Pengadilan Negeri Kebumen yang menghukum Abdul Karnaen selaku Ketua KONI  Kebumen 1 tahun  penjara,  setelah  terbukti mencemarkan  nama  KRT Darori Wonodipuro,  anggota  DPR melalui media sosial, sudah teratasi.

Pada Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Kebumen, Selasa (15/05/2018), diputuskan mengganti  Abdul Karnaen.

Peserta Musorkablub sepakat secara aklamasi memilih Tri Hartanto   sebagai  Ketua KONI Kebumen menggantikan Abdul Karnaen, sampai tahun 2020.

Sekretaris Umum KONI  Kebumen Dwi Antoro kepada koranbernas.id,  Rabu (16/05/2018) mengungkapkan, untuk mengirim 152 atlet dari 21 cabang olahraga yang telah  lolos pra-kualifikasi Porprov Jateng, KONI Kebumen membutuhkan biaya  Rp 1,2 miliar.

Dana  yang ada  baru Rp 400 juta. Dana itu bersumber dari dana hibah Pemkab Kebumen tahun anggaran 2018.

“Kami sudah  mengusulkan tambahan dana hibah ke Pemkab  Kebumen untuk menutup kekurangan biaya pengiriman atlet,“ kata Dwi Antoro.

Penambahan dana hibah sangat diperlukan KONI Kebumen.  Dana hibah Pemkab Kebumen, satu satunya harapan KONI Kebumen untuk mencukupi kebutuhan Porprov Jateng.

Pengurus KONI  Kebumen belum memilih opsi meminta bantuan pengusaha dan badan usaha milik pemerintah untuk menutup  kekurangan biaya.

Priyambodo, pembina cabang olahraga voley dan Aris Prambasto, pembina cabang olahraga hokey menambahkan, keuangan  KONI Kebumen untuk  pra- kualifikasi  Porprov Jateng dan Porprov Jateng memang masih membutuhkan tambahan.

Untuk bisa lolos pra-kualifikasi,  pembina   cabang  olahraga bekerja keras di tengah anggaran yang terbatas. “Tidak ada training center untuk  atlet. Atlet cabang olahraga perorangan latihan  sendiri,“  kata Aris  Prambasto. (sol)