Konser KLa Project-Bank Jateng Semarak

373
Vokalis Katon Bagaskara dari Kla Project tampil di Alun-alun Purbalingga, Sabtu  (28/4/2018) malam. (prasetiyo/koranbernas)

KORANBERNAS.ID — Menutup konser roadshow dalam rangka menyemarakkan acara  Undian Tabungan Bima Periode 2 Tahun 2017-2018 dan HUT ke-55, Bank Jateng mempersembahkan  Gala Pesta 90 an – Ajak Kawan Kita Reunian, di Alun-alun Purbalingga, Sabtu (28/04/2018) malam. Pentas yang berlangsung semarak itu, menghadirkan KLa Project.

Ribuan orang yang terbilang tak lagi muda, mayoritas mereka mengikuti band ini sejak era puncak KLa Project, yaitu medio 90-an, menyaksikan pentas itu.

Termasuk ikut menyaksikan hingga pertunjukan berakhir, Bupati Purbalingga, Tasdi beserta istri dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) serta Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank Jateng, Ony Suharsono.

Sebelum roadshow di Purbalingga, untuk mempromosikan Tabungan Bima kepada masyarakat, Bank Jateng selama bulan Maret-April 2018 menggelar konser di enam kota, menghadirkan artis nasional era 90-an.

Di Sukoharjo konser digelar 10 Maret 2018, menghadirkan Kla project, Purworejo  17 Maret (Kla project), Semarang 24 Maret (Kahitna), Jepara 7 April (Kla Project), Batang 13 April (Padi Reborn) serta Ungaran pada 21 April menghadirkan Ari Lasso.

Roadshow terakhir di Purbalingga. Kami mengucapkan terima kasih kepada nasabah Bank Jateng dan masyarakat Purbalingga yang memadati Alun-alun Purbalingga. Ini konser paling semarak dibanding sebelumnya,” ujar Ony Suharsono yang mewakili Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno.

Baca Juga :  Dari Jogja ke Kulonprogo Demi Helm

Ony Suharsono menyerahkan bantuan alat pengolah sampah seharga Rp 100  juta kepada Bupati Purbalingga, Tasdi. Dia juga menyerahkan hadiah utama berupa empat mobil Avanza secara simbolis ditandai penyerahan simbol kunci kepada nasabah yang beruntung dari Purbalingga, Cilacap, Banyumas dan Banjarnegara.

Nasabah dari Purbalingga yang beruntung mendapatkan mobil Avanza adalah Heny Wahyuning dari Bank Jateng Cabang Pembantu (Capem) Pasar Kota Purbalingga.

Sementara saat yang ditunggu tiba, sekitar pukul 21:00, grup  musik yang berdiri tahun 1988, KLa Project masuk panggung. Menggebrak dengan lagu pembuka, Hey, vokalis Katon Bagaskara yang lahir di Magelang 14 Juni 1966 itu mampu menghipnotis penggemarnya.

Di sela menyanyikan lagu itu, Katon meminta penonton, khususnya wanita untuk maju berjoget di depan panggung. Para Klanis — sebutan untuk penggemar KLa Project — merangsek ke depan dengan tertib, karena petugas keamanan dengan sigap mengaturnya.

“Semoga laguku ini mampu menjadi inspirasi hidup bagi kita semua,” ujar Katon seusai menyanyikan lagu berjudul Hey.

Beberapa lagu lainnya yang dibawakan oleh Katon di antaranya Menjemput Impian, Gerimis, Tak Bisa ke Lain Hati, Di Negeri Awan, Tentang Kita dan Semoga.

Vokalis lainnya, yang juga gitaris,  Lilo (Romulo Radjadin) juga ikut membawakan lagu Belahan Jiwa.

Personel KLa Project malam itu tampil prima, apalagi didukung tampilan multimedia di belakang panggung yang menawan. Gebukan drum Harry Goro  yang menghentak-hentak mampu memanaskan suasana.

Baca Juga :  Bisnis Komoditi Berjangka Semakin Prospektif

Penonton hanyut

Demikian juga penampilan sangat apik ditunjukkan oleh Henry  (bass), Adi Adrian (keyboard piano, synthesizer), Yongli (trombon), Jordi  (terompet), Ari Kurniawan  (saksofon) dan  empat backing vocal terdiri Ninna, Milla, Citra dan Leo.

Harmoni musik yang mereka sajikan mampu membawa penonton hanyut ikut menyanyi bersama sambil melambai-lambaikan tangan.

Di tengah penampilan itu, Jordi dengan kepiawaiannya meniup terompet, membawakan lagu Ibu Kita Kartini dan Indonesia Pusaka. Penonton pun diajak ikut menyanyi, hanya diiringi tiupan terompet yang suaranya melengking.

Sebagai penutup konser dari group musik yang beraliran pop progresif dan pop rock malam itu, Katon Bagaskara membawakan lagu andalannya, Yogyakarta.

Dengan penuh penjiwaan, Katon menyanyikan lagu yang menggambarkan suasana Kota Yogyakarta dengan segala hiruk pikuknya, dan banyaknya seniman jalanan di setiap sudut kota itu. Tak lupa, penonton pun diajak bernyanyi bersama hingga pukul 22:30.  (sol)