Konservasi Lingkungan Melalui Lomba Burung Berkicau

298
Pelepasan burung Trucukan oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, menandai dibukanya Lomba Burung Berkicau Wakil Bupati Sleman Cup I, Minggu (19/11/2017) di Agrowisata, Bangunkerto, Turi, Sleman. (istimewa)

KORANBERNAS.ID–Bergairahnya para penghobi burung berkicau saat ini didukung dengan semakin maraknya berbagai lomba dan kontes. Burung kualitas kontes yang merajai gelaran lomba terutama skala nasional harganya bisa melambung dari harga belinya.

Selain itu, even lomba burung juga dapat menjadi daya tarik promosi pariwisata suatu daerah. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Ronggolawe dan Killer Bird Club menyelenggarakan Lomba Burung Berkicau Wakil Bupati Sleman Cup I, Minggu (19/11/2017) di Agrowisata, Bangunkerto, Turi, Sleman.

Eko Cahyono, selaku Ketua Panitia menuturkan peserta tidak hanya datang dari DIY saja. Tercatat ratusan kicau mania dari Solo, Klaten, Gombong, Boyolali, Purworejo, bahkan  Surabaya dan Jakarta juga turut hadir dalam even ini. “H-1 peserta dari Jakarta sudah ada yang datang dan menginap di Dusun Ganggong,” kata Eko.

Baca Juga :  Seperti ini Cara Operator SPBU Peringati Hari Pahlawan

Menurut Eko ada 30 kelas yang diperlombakan, dengan beberapa jenis burung seperti Lovebird, Cucak Hijau, Murai Batu, Kenari, Kacer, Cendet, Tledekan, Anis Merah, Kolibri, dan Ciblek.

Tujuan diadakannya even ini sebagai ajang  silaturahmi antar penggemar burung berkicau serta  menjadi daya tarik wisata di Sleman khususnya Agrowisata, Bangunkerto, Turi.

“Semoga even semacam ini dapat terus berlanjut agar sektor pariwisata di Agrowisata Bangunkerto Turi ini bisa semakin maju dan membawa dampak peningkatan ekonomi warga sekitar,” harapnya.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengapresiasi terselenggaranya event ini. Melalui komunitas para penghobi burung berkicau, event semacam ini dapat mengenalkan dan mengangkat potensi wisata di Sleman termasuk desa wisata.

Baca Juga :  Imunisasi MR di Sleman Mencapai 96,2%

Menurut Wabup, kegemaran memelihara burung berkicau jka dikaitkan dengan aspek ekonomi, juga dapat menjadi peluang sebagai sumber penghidupan. Selain dipelihara dan dilatih untuk kontes atau lomba, beberapa jenis burung yang mulai langka saat ini juga bisa ditangkarkan dan tentunya dapat menjadi penghasilan tambahan.

”Bahkan penangkaran ini jika diseriusi bisa membuka lahan bisnis yang mendukung upaya konservasi lingkungan,” jelasnya.

Melalui event tersebut, Sri Muslimatun mengimbau pada para peserta agar turut menjaga kelestarian burung di alam liar yang saat ini sudah mulai langka. ”Kita hindari upaya penangkapan burung di alam liar agar kelestariannya dapat terjaga,” ajaknya. (SM)