Petugas damkar selesai melakukan evakuasi saat kebakaran di JCM, Selasa (27/09/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Kebakaran yang terjadi di rumah ibadah yang berada di lantai 3 Jogja City Mall (JCM), Rabu (27/09/2017) sekitar pukul 19.30 WIB dipastikan terjadi karena konsleting alat musik. Percikan api keluar dari konsletnya alat musik saat sekitar 2.000 jemaat rumah ibadah tersebut merayakan ulang tahun.

“Saat pendeta kotbah, tiba-tiba di area alat musik keluar percikan api,” ujar Martin Simanjutak, salah seorang jemaat rumah ibadah tersebut saat dikonfirmasi koranbernas.id.

Menurut Martin yang saat kejadian berada di balkon sehingga melihat jelas kejadian tersebut, percikan api yang muncul coba dipadamkan. Bukannya padam, api justru semakin membesar. Jemaat pun akhirnya berlarian keluar dari rumah ibadah tersebut karena asap semakin menyebar kemana-mana.

Sejumlah jemaat yang panik dan berhamburan keluar bersama pengunjung dan karyawan mall pun terlihat menangis ketakutan. Bahkan mereka sempat histeris saat terdengar suara dentuman dari dalam gedung yang terbakar.

Sebagian besar pengunjung dan jemaat pun akhirnya menuju parkiran untuk mengambil kendaraan. Terjadi penumpukan kendaraan yang hendak keluar mall karena petugas parkir tetap mewajibkan pengunjung untuk membayar parkir satu demi satu.

Baca Juga :  Tinggal Sendiri, Supriyanto Gantung Diri

“Saya heran, ditengah kejadian panik kebakaran untuk menyelamatkan diri, kami masih saja dipungut biaya parkir satu demi satu. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di area parkir,” tandas Martin yang datan bersama keluarganya tersebut.

Petugas damkar selesai memadamkan kebakaran di JCM, Selasa (27/09/2017). (tugeg sundjojo/koranbernas.id)

Sementara petugas pemadam kebakaran (damkar) Kota Jogja, Sugiarto menjelaskan, kebakaran terjadi di ruang ibadah dan peralatan musik. Api besar menyulut hampir sampai ke atap gedung sepanjang lebih dari 30 meter.

“Apinya membesar hingga lebih dari setengah gedung. Apinya menyambar ke panggung dari ruang alat musik sehingga sound dan lighting habis terbakar. Lebih dari 50 persen kursi pun ikut terbakar,” ujarnya.

Sugiarto menambahkan, api dapat dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam. Kurang lebih 30 petugas damkar dari Kota Jogja, Sleman dan Bantul diterjunkan untuk memadamkan api agar tidak menyebar kemana-mana. Sejumlah petugas kepolisian pun datang untuk mengamankan mall serta mengatur lalulintas yang masih macet.

Baca Juga :  Kain Tradisional pun Masuk Parade Fashion di Mall

Aliran listrik di mall dimatikan untuk mengantisipasi kejadian yang lebih parah. Namun Sugiarto memastikan tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Fandi Sutanto, Public Relations (PR) JCM dalam rilisnya kepada awak media mengungkapkan management JCM mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya untuk ketidaknyaman yang dialami oleh pengunjung atas kejadian tersebut.

“Bahwasannya memang benar telah terjadi kebakaran di salah satu gedung serba guna milik kami yang berada di Lantai 3. Kebakaran disebabkan oleh adanya konsleting listrik yang mengakibatkan terjadinya percikan api.

“Namun kami informasikan bahwasannya kondisi saat ini telah kembali kondusif dan telah ditangani oleh tim security serta tim pemadam kebakaran yang dengan sigap menangani kejadian ini,” jelasnya.

Fandy menambkan, JCM mulai beroperasi kembali pada Kamis (28/09/2017). Pihak manajemen berterimakasih kepada semua pihak yang telah dengan siaga dan cekatan dapat menangani kejadian tersebut sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Semoga hal ini dapat menjadi perhatian untuk kami untuk kedepannya,” imbuhnya.(yve)