Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Lebih Awal Ini Alasannya

209
Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menyaksikan penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa tahun 2018, Kamis (28/12/2017). (bid jalasutra/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — Di penghujung 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa tahun anggaran 2018, Kamis (28/12/2017) di Sleman Smart Room Diskominfo Sleman.

Penandatanganan kontrak ini menjadikan Sleman daerah pertama di antara kabupaten/kota  di DIY yang melakukan kontrak pengadaan barang dan jasa lebih awal. Terobosan baru tersebut dilakukan dengan alasan untuk percepatan pembangunan di Sleman tahun depan.

Penandatanganan kontrak bersama pengadaan barang dan jasa secara simbolis dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan delapan penyedia jasa.

Delapan kontrak pengadaan tersebut terdiri dari 1 jasa keamanan, 6 jasa konstruksi dan 1 jasa pengadaan makanan. Penandatanganan disaksikan langsung Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Wakil Ketua DPRD Sleman, R Sukaptono SH.

Sri Purnomo mengapresiasi terlaksananya Penandatanganan Kontrak Bersama Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2018 tersebut.

Baca Juga :  Sopir Bus yang Kabur Masih Diburu Polisi

Ini merupakan tindak lanjut Inpres nomer 1 tahun 2015 tentang Percepatan Proses Pengadaan Barang dan Jasa.

Menurutnya, pengadaan barang dan jasa di awal waktu akan lebih baik dibanding dilakukan mepet akhir tahun anggaran. “Hal ini penting dengan harapan untuk mendapatkan kualitas barang dan jasa yang lebih baik sekaligus untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi seperti gagal lelang,” katanya.

Sri Purnomo juga mengingatkan pada para penyedia jasa agar tidak mengambil untung terlalu banyak. “Jadi ketika itu persaingannya baik dan sehat kalau ada sisa, sisanya tidak terlalu njomplang, tapi permainan yang tidak sehat nanti sisanya pasti akan banyak. Tapi kalau sisa masih sekitar plus minus 10 persen perencanaannya itu masih dalam batas wajar,” kata Sri Purnomo.

Baca Juga :  Demo Hari Buruh, Massa Bakar Pos Polisi UIN Suka

Kabupaten Sleman pada 2017 menyelesaikan paket pengadaan barang dan jasa sebanyak 316 paket dengan total pagu Rp 400 miliar lebih.

Dari proses pengadaan barang dan jasa pada tahun 2017 berhasil melakukan efisiensi sebanyak Rp 35 miliar lebih atau mencapai hampir 9 persen.

“Semoga apa yang kita lakukan pada tahun 2017 manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat Sleman,” tambahnya.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Ir Arif Pramana MT, kegiatan Pemkab Sleman tahun anggaran 2018 total terdapat 31 paket yang sudah masuk.

“21 paket diumumkan di LPSE, 13 paket selesai proses, 3 masih proses, 5 paket lelang ulang, dan 10 masih dalam proses pencermatan,” jelas Arif. (sol)