Kontroversial, UGM Copot Nama Penceramah Ramadan

451
Rektor UGM, Panut Mulyono menyampaikan paparannya di kampus setempat, Jumat (18/05/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

KORANBERNAS.ID — UGM mencopot sejumlah nama penceramah dalam program Ramadan di Kampus (RDK) di Masjid Kampus UGM selama bulan Ramadan kali ini. Pencopotan dilakukan karena beberapa diantaranya merupakan sosok kontroversial seperti juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto.

“UGM akan mengganti beberapa nama penceramah di masjid kampus, yang pasti lebih dari satu,” ujar Rektor UGM, Panut Mulyono di kampus setempat, Jumat (18/05/2018) sore.

Menurut Rektor, UGM merupakan kampus yang memiliki jati diri sebagai universitas nasional, perjuangan dan Pancasila serta kerakyatan dan pusat kebudayaan. Karenanya setiap kegiatan akademik maupun non akademik yang diselenggarakan di lingkungan kampus harus mengedepankan nilai-nilai pluralisme dan kebangsaan sesuai jati dirinya, termasuk dalam kegiatan keagamaan.

Baca Juga :  Sikap Cendikiawan Harus Dipupuk Sejak Dini

Rektor meminta panitia RDK untuk menghadirkan penceramah yang memiliki komitmen dan pemahaman yang tinggi untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan serta nilai-nilai berbangsa dan bernegara demi persatuan, kesejukan, dan kedamaian serta merawat kebersamaan.

“Karena itulah kami bersama panitia RDK mengambil langkah mengganti penceramah pada acara ramadan di kampus yang berpotensi menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Melalui upaya ini diharapkan akan tercipta suasana kampus yang lebih sejuk, harmonis dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

Masjid kampus, lanjut Rektor seharusnya menjadi tempat syiar Islam yang Rahmatan lil Alamin. Pihaknya pun kemudian berkoordinasi dengan Badan Pengelola Masjid (BPM) dan takmir Masjid Kampus UGM serta jamaah Shalahuddin UGM untuk membuat pedoman acara apa saja yang bisa digelar di kampus. Selama ini belum ada standar dari mekanisme kerja di masjid tersebut.

Baca Juga :  Semua Barang di Lapak Shadaqah Gratis

Seperti diketahui, sejumalah nama yang kontroversial menjadi pengisi ceramah di Masjid Kampus UGM selama bulan Ramadan. Selain Yusanto, sejumlah nama politikus pun masuk dalam daftar penceramah di kampus tersebut seperti Wakil DPR RI Fahri Hamzah, Amien Rais dan lainnya.

Ketua Jamaah Shalahuddin di UGM, Kiki Dwi Setyabudi di UGM, Jumat (18/05/2018). (yvesta putu sastrosoendjojo/koranbernas.id)

Sementara Ketua Jamaah Shalahuddin di UGM, Kiki Dwi Setyabudi mengaku mengundang Ismail Yusanto karena alasan keilmuan, bukan ideologinya di HTI. Apalagi mereka sudah membuat Term of Reference (TOR) bagi penceramah untuk menyampaikan materinya.

“Jadi bukan karena dia dlu anggota HTI namun karena keilmuannya di bidang teknik,” tandasnya.(yve)